PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa mengesankan pada pekan kedua April 2026, mencatat kenaikan 2,35 persen dan menutup pada level 7.634,004. Lonjakan ini didorong oleh aktivitas intensif investor domestik, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai rekor baru sebesar Rp13.635 triliun.
Data resmi BEI mengungkapkan rata‑rata nilai transaksi harian melonjak 17,56 persen menjadi Rp20,36 triliun, dengan frekuensi transaksi harian naik 32,71 persen menjadi 2,72 juta kali. Volume rata‑rata harian juga meningkat 33,12 persen menjadi 42,98 miliar lembar saham. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya likuiditas dan minat beli pada saham-saham unggulan.
Meski indeks menguat, aksi penjualan bersih investor asing tetap signifikan, tercatat Rp931,61 miliar selama pekan tersebut. Saham blue‑chip seperti BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan GOTO menjadi target utama aksi jual asing, menambah total net sell tahunan sebesar Rp39,86 triliun hingga akhir April 2026.
Secara sektoral, tujuh sektor mencatat penguatan, dipimpin oleh sektor Properti yang naik 2,17 persen. Sektor Transportasi & Logistik serta Teknologi masing‑masing mencatat kenaikan 1,20 persen dan 0,84 persen. Empat sektor mengalami penurunan, dengan sektor Keuangan paling lemah turun 0,73 persen, diikuti oleh Kesehatan dan Barang Konsumen Non‑Primer yang masing‑masing melemah 0,71 persen dan 0,53 persen.
- Properti: +2,17%
- Transportasi & Logistik: +1,20%
- Teknologi: +0,84%
- Keuangan: -0,73%
- Kesehatan: -0,71%
- Barang Konsumen Non‑Primer: -0,53%
Saham dengan penguatan terbesar meliputi NIRO, DEFI, AGAR, GMTD, dan RISE, sementara AYLS, PSDN, BIKE, SMDM, serta WMUU tercatat mengalami pelemahan paling tajam.
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level resistance di 7.660. Jika gagal menembus, pasar dapat mengalami koreksi menuju support di kisaran 7.600 hingga 7.500. Analis Elandry Pratama menilai bahwa rebound ini masih dipengaruhi sentimen musiman pembagian dividen serta ekspektasi keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 21‑22 April 2026.
Faktor eksternal juga turut memicu optimism pasar. Pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran menurunkan risiko energi global, menurunkan harga minyak mentah AS lebih dari 11 persen. Dampak positif ini tercermin pada pasar saham Amerika Serikat, dengan Nasdaq Composite naik 1,52 persen, Dow Jones 1,79 persen, dan S&P 500 1,20 persen pada penutupan 17 April 2026.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| IHSG akhir pekan | 7.634,004 |
| Perubahan mingguan | +2,35% |
| Kapitalisasi pasar | Rp13.635 triliun |
| Nilai transaksi harian rata‑rata | Rp20,36 triliun |
| Net sell asing (pekan) | Rp931,61 miliar |
Dengan tekanan geopolitik yang mereda, terutama antara Amerika Serikat dan Iran, risk appetite investor kembali menguat. Hal ini memberi ruang bagi saham-saham berisiko di pasar berkembang, termasuk Indonesia, untuk terus menguat dalam jangka menengah.
Secara keseluruhan, IHSG naik menunjukkan bahwa pasar modal domestik mampu mengimbangi tekanan eksternal dan aksi jual asing. Ke depan, perhatian utama pelaku pasar akan tertuju pada keputusan BI, data inflasi, serta perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen global.
Kesimpulannya, meskipun terdapat aksi penjualan oleh investor asing, kekuatan beli domestik, dukungan kebijakan energi, dan sentimen global yang membaik tetap menjadi pendorong utama penguatan IHSG dan peningkatan kapitalisasi pasar pada pekan ini.
