PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Juli 2026 | Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (10/7) di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah akibat saling serang antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak mentah Brent turun 0,09 persen menjadi 76,01 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,19 persen menjadi 71,92 dollar AS per barrel.
Penurunan harga minyak ini terjadi setelah militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di sejumlah negara Teluk pada Kamis, menyusul serangan udara AS ke wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Di saat yang sama, Iran memakamkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad setelah rangkaian prosesi pemakaman selama sepekan.
Sejumlah ledakan juga dilaporkan masih terdengar di beberapa wilayah Iran, termasuk Bushehr yang menjadi lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir negara itu. Ahli strategi energi global Macquarie Group, Vikas Dwivedi, memperkirakan ketegangan terbaru di Timur Tengah antara AS dan Iran hanya akan berlangsung relatif singkat karena kedua negara dibatasi oleh realitas ekonomi dan politik yang mereka hadapi.
Sementara itu, Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, menilai Iran mulai menunjukkan sinyal untuk meredakan konflik. Setelah dua hari melakukan serangan, Iran tampaknya mulai melakukan komunikasi untuk meredakan permusuhan dan kemungkinan kembali ke meja perundingan.
Harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran ingin mencapai kesepakatan, dibandingkan eskalasi serangan terbaru antara kedua negara. Meski demikian, meningkatnya ketegangan geopolitik masih membayangi prospek pemulihan pasokan minyak global.
Qatar dan Pakistan sedang berupaya membawa Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan, kata para pejabat dari negara-negara tersebut. Harga naik di awal sesi setelah AS membombardir sekitar 90 target di Iran semalam. Ini adalah hari kedua berturut-turut serangan AS sebagai balasan atas serangan Iran minggu ini terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Teheran menanggapi dengan menembakkan rudal dan drone ke aset AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania, menurut media pemerintah Iran. Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menuturkan, lalu lintas kapal tanker melalui Hormuz melambat minggu ini karena situasi keamanan di selat tersebut memburuk.
Namun, pasar minyak tidak memperhitungkan penutupan penuh Hormuz. Tampaknya pasar memperhitungkan kondisi normal baru di mana periode konflik terjadi di antara periode relatif tenang yang memungkinkan transit kapal tanker, tulis Lipow dalam catatan Kamis.
Kesimpulan, harga minyak dunia turun di tengah tensi AS-Iran memanas. Penurunan harga minyak ini dipengaruhi oleh serangan Iran terhadap infrastruktur militer AS dan pernyataan Presiden Trump yang menyebut Iran ingin mencapai kesepakatan. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik masih membayangi prospek pemulihan pasokan minyak global.
