Konflik Iran-AS: Mojtaba Khamenei dan Perjuangan untuk Kontrol Selat Hormuz

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Juli 2026 | Perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas, terutama setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Putra mahkotanya, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah untuk membalas dendam atas kematian ayahandanya. Konflik ini telah menyebabkan ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz, sebuah jalur laut yang strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Selat Hormuz merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas alam, dan kontrol atas selat ini telah menjadi fokus utama dalam konflik antara Iran dan AS. Iran telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial di selat ini, sementara AS telah melakukan serangan balasan untuk menghentikan serangan-serangan tersebut.

Baca juga:

Baru-baru ini, sebuah surat kabar Iran yang dikenal karena posisi kerasnya telah menerbitkan sebuah infographic yang menampilkan 13 pemimpin asing, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebagai target balas dendam. Daftar ini juga mencakup pemimpin-pemimpin Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Mojtaba Khamenei telah menyatakan bahwa balas dendam adalah keinginan bangsa Iran dan harus dilakukan. Ia juga menyatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kematian ayahandanya akan membawa keinginan untuk mati dengan damai ke dalam kubur mereka.

Baca juga:

Konflik antara Iran dan AS ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan pemimpin dunia tentang kemungkinan perang skala besar. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, telah menyatakan bahwa kembali ke konflik skala besar akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan.

Dalam beberapa hari terakhir, AS telah melancarkan serangan terhadap Iran untuk menghentikan serangan-serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran telah menyatakan bahwa mereka akan membalas serangan-serangan tersebut.

Baca juga:

Konflik ini masih berlanjut, dan dunia internasional dengan cemas menantikan perkembangan selanjutnya. Apakah konflik ini dapat dihentikan sebelum terlambat, atau apakah akan berkembang menjadi perang skala besar yang melibatkan banyak negara?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *