Pengadaan Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih Menuai Kontroversi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Juli 2026 | Pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah menjadi sorotan publik. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai pengadaan kipas angin dengan nilai tersebut. Namun, ia menyebut ada kipas angin industri bermerek Imatsu MDF yang dijual dengan harga sekitar Rp 11.465.000 per unit.

Imatsu MDF merupakan seri kipas industri (mobile drum fan) yang diproduksi oleh PT Industrial Multi Fan, perusahaan spesialis kipas industri yang berbasis di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan telah beroperasi sejak 1988. Kipas angin ini dilengkapi tiga tingkat kecepatan angin hingga 430 RPM yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Baca juga:

Pengaturan kecepatan dilakukan melalui panel kontrol yang tersedia pada bodi perangkat. Dari sisi desain, Imatsu MDF menggunakan baling-baling berdiameter sekitar 16 inci. Produk ini juga memiliki fitur pengaturan arah hembusan (oscillation) sehingga aliran udara dapat menjangkau area yang lebih luas.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah desain multifungsi (MDF) yang memungkinkan kipas digunakan dalam beberapa posisi, seperti kipas berdiri, kipas meja, maupun kipas lantai, tergantung pada model dan kelengkapan yang disertakan. Produk ini juga dilengkapi motor berbahan tembaga yang diklaim lebih awet dibandingkan motor berbahan aluminium.

Baca juga:

Selain itu, terdapat pengaman panas berlebih yang berfungsi memutus aliran listrik apabila suhu motor meningkat di luar batas normal. Kipas angin jenis ini juga terdaftar dan terverifikasi oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Komite Akreditasi Nasional – Laboratorium Penguji.

Kontroversi pengadaan kipas angin ini telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan pejabat pemerintah. Beberapa pihak mempertanyakan dasar perhitungan anggaran pengadaan kipas angin tersebut, serta mengapa harga eceran digunakan sebagai acuan.

Baca juga:

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono berjanji akan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan program Koperasi Desa Merah Putih, termasuk dalam hal pengadaan barang dan jasa. Ia juga berharap masyarakat dapat memahami bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kesimpulan, pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih masih menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat dan pejabat pemerintah. Meskipun demikian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono berjanji akan meningkatkan transparansi dan memastikan bahwa program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *