PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Juli 2026 | Longsor terjadi di Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat. Empat bangunan dilaporkan hancur akibat diterjang longsor, termasuk masjid, madrasah, dan dua rumah warga. Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyatakan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kondisi bangunan yang terdampak cukup parah sehingga penghuni tiga rumah harus mengungsi sementara untuk menghindari risiko longsor susulan.
Menurut Erwin, penyebab longsor diduga bukan karena kondisi saluran air, melainkan kekuatan struktur pondasi bangunan yang berada di area dengan kontur tanah curam. Ia mengatakan bahwa Pemkot Bandung bersama berbagai pihak langsung melakukan penanganan untuk membantu masyarakat terdampak. Bantuan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga dukungan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Longsor terjadi setelah wilayah Bandung dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama. Kondisi tanah yang jenuh air diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah di salah satu titik di Gegerkalong. Petugas gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, pemadam kebakaran, dan relawan dilaporkan telah menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal. Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga yang berada di zona bahaya guna mengantisipasi adanya longsor susulan.
Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menjauhi area lereng yang terlihat retak atau tidak stabil. Kawasan Gegerkalong secara geografis memang termasuk dalam zona yang memerlukan pengawasan ekstra saat musim penghujan. Alih fungsi lahan dan sistem drainase yang kurang optimal seringkali menjadi faktor pendukung terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Bandung Utara.
Pemerintah Kota Bandung diharapkan segera melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik rawan longsor di pemukiman padat penduduk untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bencana longsor dan dapat menjalani hidup dengan aman dan nyaman.
