PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juli 2026 | Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus mendatang, menjadi momentum penting bagi organisasi ini untuk berbenah dan kembali memprioritaskan pesantren serta kiai kampung. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Agus HM Izuddin Zaki (Gus Zaki), berharap ajang tertinggi organisasi bentukan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari tersebut menjadi momentum untuk memperhatikan kiai kampung dan langgar.
Gus Zaki menilai, belakangan ini NU dinilai lebih berfokus pada program-program mercusuar, kemitraan elit bersama pemerintah, serta figur tokoh yang sudah mapan secara finansial dan popularitas. Ia berharap NU tidak hanya berfokus pada program besar, tetapi juga memperhatikan pesantren-pesantren kecil dan kiai kampung yang ikhlas mengajar tanpa tersorot media.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan Muktamar NU yang makin dekat. Gus Yahya menjadi salah satu sosok yang berminat untuk kembali maju dalam bursa Ketua Umum pada Muktamar NU yang akan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Di lain pihak, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mulai bersiap menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren tersebut ditunjuk oleh PBNU sebagai tempat berlangsungnya muktamar, yang akan dihadiri oleh ribuan muktamirin dari seluruh Indonesia. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk para muktamirin, termasuk 16 gedung sekolah dan kampus di lingkungan pesantren untuk menjadi tempat menginap ribuan muktamirin.
Sebanyak 73 peserta mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan I yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik di Hotel Horison, Rabu (22/7/2026). Pelatihan yang berlangsung selama lima hari itu turut diikuti Menteri Agama Prof Nazaruddin Umar dan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Muzakki.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang belum menentukan dukungan untuk calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang. Ketua PCNU Bontang Hartono mengatakan pihaknya masih menunggu proses konsolidasi di tingkat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur sebelum menentukan sikap organisasi dalam muktamar.
Kesimpulan, Muktamar NU 2026 menjadi momentum penting bagi organisasi untuk berbenah dan kembali memprioritaskan pesantren serta kiai kampung. Dengan harapan dan tantangan yang ada, NU diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
