PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juli 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan ketiga tahun 2026 sejak pertengahan Juli. Penyaluran serentak yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) ini ditujukan bagi masyarakat terdaftar untuk periode Juli hingga September. Namun, pada masa pencairan kali ini, sejumlah warga mendapati namanya tidak lagi tercantum dalam daftar penerima.
Perubahan tersebut terjadi seiring selesainya pembersihan data kemiskinan nasional yang terintegrasi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang dari tingkat RT/RW hingga verifikasi akhir oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sistem terbaru mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan atau desil, dari Desil 1 (paling rendah) hingga Desil 10 (paling mampu).
Penerapan batas desil ini menentukan jenis bantuan yang diterima. Bantuan dibatasi bagi masyarakat pada Desil 1 hingga Desil 4 (kategori sangat miskin hingga rentan miskin). Aturan diterapkan lebih ketat, di mana warga yang tercatat pada Desil 5 (kategori menengah ke bawah) resmi dikeluarkan dari daftar penerima.
Masyarakat dapat mengecek status desil dan kepesertaan bantuan sosial secara mandiri melalui layanan resmi Kementerian Sosial menggunakan telepon seluler. Pengecekan dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui laman cekbansos.kemensos.go.id. Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program bantuan sosial pemerintah.
Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencakup berbagai indikator sosial ekonomi masyarakat. Dalam sistem DTSEN, terdapat 10 kelompok desil yang masing-masing berisi 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 menunjukkan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Untuk melakukan pengecekan desil bansos, masyarakat dapat mengikuti langkah-langkah berikut: mengunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id, memasukkan NIK dengan benar, dan mengisi kode huruf yang muncul. Setelah pencarian berhasil, masyarakat dapat melihat informasi terkait data penerima manfaat, termasuk status bantuan sosial dan kategori desil yang tercatat dalam sistem.
Jika data yang tercatat tidak sesuai, masyarakat dapat melakukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun layanan pembaruan data yang tersedia. Kelompok desil yang berpeluang mendapat bansos adalah Desil 1 hingga Desil 4, yang masuk dalam kategori ekonomi paling rentan.
Desil bukan hanya berdasarkan jumlah pendapatan, melainkan dihitung menggunakan berbagai indikator sosial ekonomi keluarga. Beberapa aspek yang menjadi penilaian antara lain kemampuan ekonomi, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset. Dengan demikian, setiap penerima bansos ditentukan oleh desil.
Kesimpulan, pengecekan desil bansos dapat dilakukan secara mandiri melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Masyarakat perlu memahami cara pengecekan desil dan melakukan pembaruan data jika diperlukan. Dengan demikian, bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
