Harga Saham BUMI Melonjak 13%, Ini Kata Analis

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 Juli 2026 | Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melanjutkan kenaikan pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (23/7/2026). Kenaikan harga saham BUMI di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengutip data RTI, saat dipantau pada pukul 13.56 WIB, pada sesi kedua perdagangan, harga saham BUMI menguat 13,10% menjadi Rp 190 per saham. Harga saham BUMI dibuka naik satu poin menjadi Rp 169 per saham.

Baca juga:

Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 196 dan terendah Rp 169 per saham. Total frekuensi perdagangan 138.340 kali dengan volume perdagangan saham 80.792.640 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, IHSG 1,18% ke 6.409 pada sesi kedua perdagangan saham. Pada sesi pertama, harga saham BUMI ditutup naik 15,48% menjadi Rp 194 per saham.

Harga saham BUMI dibuka menguat satu poin menjadi Rp 169 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 196 dan terendah Rp 169 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 110.073 kali dengan volume perdagangan saham 67.899.824 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, kenaikan harga saham BUMI didorong sentimen kehadiran Salim Group memberikan jangkar kredibilitas yang kuat, memulihkan tata kelola perusahaan (corporate governance), serta membuka akses jaringan bisnis dan pembiayaan yang jauh lebih luas.

"Sementara itu, BUMI tetap memegang takhta sebagai produsen batu bara terbesar di Indonesia melalui anak usahanya, Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia," ujar dia saat dihubungi.

Ia mengatakan, skala ekonomi (economies of scale) yang masif ini membuat biaya produksi per ton (cash cost) perseroan relatif kompetitif di industri. Di sisi lain, Nafan menilai, berkat penyelesaian utang melalui skema private placement jumbo di masa lalu, beban bunga pinjaman BUMI telah terpangkas secara drastis.

Baca juga:

"Struktur permodalan yang jauh lebih sehat ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengalokasikan arus kas operasionalnya demi ekspansi atau hilirisasi, bukan lagi habis terkuras hanya untuk membayar bunga utang restrukturisasi," kata dia.

Investor asing juga melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia hingga perdagangan sesi I, Kamis (23/7). Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp 2,93 triliun, sementara nilai penjualan tercatat sebesar Rp 2,76 triliun, sehingga menghasilkan net buy Rp 164,60 miliar.

Saham PTRO menjadi incaran utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp 97,71 miliar dari volume transaksi 19,68 juta saham. Posisi kedua ditempati BUMI yang mencatat net buy Rp 94,23 miliar dengan volume 518,06 juta saham.

Di posisi berikutnya, saham CUAN diborong asing senilai Rp 80,61 miliar (102,78 juta saham), disusul DSSA sebesar Rp 64,26 miliar (69,36 juta saham), serta AMMN sebesar Rp 50,29 miliar (11,74 juta saham).

Selain itu, investor asing juga memborong sejumlah saham lain, yakni DEWA sebesar Rp 42,12 miliar, BRMS Rp 41,10 miliar, BRPT Rp 37,79 miliar, MDKA Rp 26,95 miliar, dan KOTA Rp 18,40 miliar.

Di sisi lain, investor asing masih melakukan aksi distribusi terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun emiten lainnya. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar pada sesi I setelah dilepas sebanyak 180,11 juta saham.

Baca juga:

Aksi jual asing juga cukup besar terjadi pada saham-saham perbankan. BBCA mencatat jual bersih Rp 80,66 miliar, diikuti BBRI sebesar Rp 36,13 miliar dan BMRI sebesar Rp 24,92 miliar.

Selain itu, investor asing juga mencatatkan jual bersih pada ASII sebesar Rp 31,93 miliar, BREN Rp 29,35 miliar, BIPI Rp 26,11 miliar, ERAA Rp 23,18 miliar, TLKM Rp 23,12 miliar, serta VKTR Rp 18,55 miliar.

Dalam beberapa hari terakhir, IHSG ditutup turun tipis 0,09% ke level 6.334,47 pada penutupan perdagangan Rabu (23/7/2026). Tercatat, net foreign sell mencapai Rp920,34 miliar pada periode ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat (24/7), IHSG ditutup anjlok 118,88 poin atau 1,90 persen ke level 6.196,43. Pelemahan juga diikuti oleh indeks LQ45 yang terkoreksi 1,99 persen ke posisi 614,786.

Nilai transaksi hari ini tercatat sebesar Rp 17,55 triliun dengan volume perdagangan mencapai 37,47 miliar lembar saham dan frekuensi 2,24 juta kali.

Kesimpulan, harga saham BUMI melonjak 13% pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (23/7/2026). Kenaikan harga saham BUMI didorong sentimen kehadiran Salim Group memberikan jangkar kredibilitas yang kuat, memulihkan tata kelola perusahaan (corporate governance), serta membuka akses jaringan bisnis dan pembiayaan yang jauh lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *