PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Juli 2026 | Kalteng Putra FC, klub sepakbola asal Kalimantan Tengah, pernah menjadi simbol kebangkitan sepakbola daerah. Mereka membuktikan bahwa tim dari Bumi Tambun Bungai mampu bersaing dengan klub-klub besar di Indonesia. Namun, perjalanan panjang Kalteng Putra bak roda yang terus berputar. Pernah berada di puncak kejayaan, Kalteng Putra kini justru berada di titik terendah dalam sejarahnya.
Cikal bakal Kalteng Putra berasal dari Persepar Palangka Raya yang berdiri pada 1 Januari 1970 dan menjadi salah satu peserta kompetisi Perserikatan. Seiring bergulirnya era sepakbola profesional, klub ini kemudian bertransformasi menjadi Kalteng Putra FC pada 2014. Perubahan identitas tersebut menjadi awal lahirnya harapan baru agar Kalimantan Tengah memiliki wakil yang mampu bersaing di level nasional.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah menorehkan prestasi di kompetisi Divisi Utama dan terus berkembang di kasta kedua, Kalteng Putra mencatat sejarah besar pada 2018 dengan memastikan promosi ke Liga 1 Indonesia. Keberhasilan itu menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Kalimantan Tengah.
Musim 2019 menjadi masa keemasan Laskar Isen Mulang. Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya dipenuhi ribuan suporter yang menyaksikan langsung klub-klub besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC, hingga PSM Makassar datang bertanding di Kalimantan Tengah. Saat itu, nama Kalteng Putra benar-benar diperhitungkan di kancah sepak bola nasional.
Tak hanya mengangkat prestasi olahraga, kehadiran Kalteng Putra di Liga 1 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Hotel-hotel dipenuhi tamu, usaha kuliner dan transportasi mengalami peningkatan pendapatan, sementara gairah sepakbola di Kalimantan Tengah tumbuh begitu pesat. Banyak anak muda mulai bermimpi mengenakan seragam kebanggaan Laskar Isen Mulang.
Namun, kejayaan itu tidak berlangsung lama. Di akhir musim 2019, Kalteng Putra harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga 1. Situasi semakin sulit ketika pandemi COVID-19 menghentikan kompetisi nasional. Klub menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan finansial, sulitnya mempertahankan pemain berkualitas, hingga lemahnya pembinaan yang membuat performa tim terus menurun.
Sementara itu, di kancah Piala Presiden 2026, beberapa klub seperti Tampines Rovers, Arema FC, DPMM FC, dan Persib Bandung terus berjuang untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Pertandingan antara Tampines Rovers dan Arema FC, serta DPMM FC dan Persib Bandung, menjadi laga yang sangat dinantikan. Pelatih DPMM FC, Jamie McAllister, menilai Persib sebagai tim paling konsisten di papan atas Liga Indonesia.
Kesimpulan, Kalteng Putra FC telah mengalami perjalanan yang panjang dan berliku. Dari kebanggaan hingga keterpurukan, klub ini tetap memiliki potensi untuk kembali bangkit dan menjadi kekuatan di sepakbola Indonesia. Dengan semangat dan dedikasi, Kalteng Putra FC dapat kembali menjadi simbol kebanggaan sepakbola Kalimantan Tengah.
