Skandal Flexing Anak Pejabat Gayo Lues: Dea Arranoya Menyesal, Ayahnya Mundur

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Juli 2026 | Dea Arranoya, putri dari mantan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setdakab Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah deretan konten gaya hidup mewahnya mendadak viral di media sosial.

Unggahan flexing yang memicu sorotan publik tersebut menampilkan aktivitas liburan ke luar negeri hingga deretan jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM). Permohonan maaf disampaikan Dea melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh.

Baca juga:

Ia mengakui bahwa aksinya memamerkan gaya hidup di ruang publik merupakan tindakan yang kurang bijak, terlebih di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit, sehingga memicu kegaduhan dan persepsi negatif.

Mengenai unggahan deretan jeriken BBM yang ramai diperbincangkan, Dea menjelaskan bahwa konten tersebut diambil pada akhir tahun lalu. Ia mengaku bersalah, tidak mencari pembenaran, dan menyebut kelalaian serta ketidakdewasaan dalam mengelola media sosial sebagai penyebab utama.

Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh konten bermasalah telah ia hapus, sembari berjanji untuk melakukan introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Baca juga:

Buntut dari kontroversi ini berdampak langsung pada karier sang ayah. dr. H. Nevirizal secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues.

Surat tersebut diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, di Blangkejeren untuk kemudian diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Keputusan pengunduran diri Nevirizal itu ia sampaikan pada Kamis (23/7/2026) melalui pertimbangan yang matang. Ia menyebut langkah itu merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai pejabat publik yang berkewajiban menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.

Baca juga:

Sementara itu, Dea Arranoya juga mengaku menyesal atas perbuatannya dan telah menghapus seluruh unggahan yang dinilai tidak pantas dari media sosialnya.

Kontroversi ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para pejabat publik, untuk selalu menjaga integritas dan nama baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam penggunaan media sosial.

Kesimpulan dari skandal ini adalah pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta pentingnya mempertahankan integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *