PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Juli 2026 | Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, memerintahkan rapat darurat Dewan Menteri Keamanan Nasional setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap beberapa wilayah di Irak. Serangan ini dipicu oleh lebih dari 30 serangan drone yang dilancarkan dalam 72 jam sebelumnya, yang diduga dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), operasi serangan udara tersebut menyasar lokasi-lokasi yang terkait dengan serangan terhadap pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi. Jet tempur AS dan Arab Saudi menyerang sejumlah fasilitas logistik dan gudang senjata di Irak timur.
Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), koalisi kelompok bersenjata Syiah yang mayoritas didukung Iran, menyatakan sejumlah markas mereka terkena serangan. PMF melaporkan korban tewas dan luka-luka, serta kerusakan pada sejumlah markas, bangunan, dan aset mereka.
Situasi ini memanas setelah serangan drone menghantam kapal tanker gas AS Energos Winter di Pelabuhan Damietta, Mesir. Ledakan kapal gas memicu kebakaran yang merembet ke kapal Gaslog Salem di sekitarnya. Insiden di Laut Tengah ini memperluas eskalasi konflik militer antara AS dan Iran.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Komponen Cadangan (Komcad) bukanlah wajib militer, melainkan wujud pengabdian sukarela kepada negara. Dudung menjelaskan bahwa program Komcad terus berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah semakin memanas, dengan konflik antara AS, Iran, dan Arab Saudi semakin eskalatif. Penting bagi negara-negara untuk berupaya menyelesaikan konflik ini dengan cara damai dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Kesimpulan, situasi keamanan di Irak dan Timur Tengah saat ini sangat memanas. Serangan AS dan Arab Saudi terhadap Irak, serta serangan drone terhadap kapal tanker gas AS di Mesir, menunjukkan bahwa konflik antara negara-negara ini semakin eskalatif. Peran Komponen Cadangan (Komcad) sebagai wujud pengabdian sukarela kepada negara juga perlu dipahami dalam konteks pertahanan negara.
