Penipuan Beras Premium dan Mafia Penipuan Daring: Cerita Dibalik Kerugian Miliaran Rupiah

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Juli 2026 | Di tengah kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas beras, terjadi praktik penipuan yang merugikan konsumen miliaran rupiah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkap bahwa total kerugian akibat penipuan mutu beras premium mencapai Rp 98 triliun. Angka ini berasal dari selisih harga beras premium yang dijual tanpa memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Amran, kadar beras patah untuk beras premium yang telah ditetapkan pemerintah mencapai 14,5%. Namun, hasil pengujian menunjukkan sejumlah sampel kadar beras patah hingga 59,20%. Ini berarti beras yang dijual sebagai premium sebenarnya tidak memenuhi standar mutu. Amran juga menyebut terjadi permainan harga pada beras fortifikasi, yang seharusnya dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga:

Sementara itu, di Myanmar, pemerintah setempat berencana menjatuhkan hukuman mati kepada para perekrut operator penipuan daring atau online scam. Hal ini ditandai dengan pengesahan rancangan undang-undang anti-penipuan daring oleh Parlemen Myanmar. Orang yang memaksa orang lain bekerja sebagai operator penipuan daring dapat dihukum penjara mulai 10 tahun hingga seumur hidup serta hukuman mati.

Di Indonesia, kasus penipuan beras premium dan mafia penipuan daring menjadi perhatian serius. Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bahwa ada perusahaan penggilingan padi yang meraup keuntungan hingga Rp 2 triliun per bulan dari praktik penipuan. Mentan Amran Sulaiman menjelaskan bahwa angka ini bukanlah keuntungan bisnis biasa, melainkan estimasi nilai dugaan penipuan terhadap konsumen.

Baca juga:

Kasus penipuan ini juga menimbulkan korban, seperti Ayu Elsih dan Susi, yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah bekerja di Myanmar. Mereka diduga dieksploitasi dalam jaringan penipuan daring atau online scam. Polda Kepri saat ini sedang menelusuri jaringan TPPO yang diduga memberangkatkan dan mengeksploitasi keduanya.

Kesimpulan dari kasus-kasus penipuan ini adalah bahwa masyarakat perlu waspada dan selektif dalam memilih produk, terutama beras premium. Pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penipuan. Dengan demikian, konsumen dapat terlindungi dari kerugian dan penipuan.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *