PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 31 Juli 2026 | Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan dengan mengancam akan melakukan boikot terhadap Piala Dunia jika rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta tidak dibatalkan. Rencana ini pertama kali diajukan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan telah menimbulkan kontroversi besar di kalangan komunitas sepak bola dunia.
UEFA, yang mewakili 55 asosiasi sepak bola di Eropa, telah menyatakan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam turnamen FIFA jika rencana penjualan saham Piala Dunia tidak dibatalkan. Sementara itu, AFC, yang mewakili 47 asosiasi sepak bola di Asia, juga telah menyatakan penolakan mereka terhadap rencana ini dan menyerukan kepada FIFA untuk membatalkan rencana tersebut.
Rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta ini ditujukan untuk mengumpulkan dana sebesar $20 miliar, yang akan digunakan untuk membiayai turnamen Piala Dunia dan kegiatan lainnya. Namun, banyak pihak yang khawatir bahwa rencana ini akan merusak integritas dan nilai-nilai sepak bola, serta memberikan keuntungan yang tidak adil kepada investor swasta.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah membela rencana ini dan menyatakan bahwa tidak ada yang akan menjual sepak bola. Namun, pernyataan ini tidak berhasil meredakan kekhawatiran dan kemarahan dari banyak pihak, termasuk UEFA dan AFC.
Kontroversi ini telah menimbulkan perdebatan besar di kalangan komunitas sepak bola dunia, dengan banyak pihak yang menyerukan kepada FIFA untuk membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia. Sementara itu, UEFA dan AFC telah menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang untuk melindungi integritas dan nilai-nilai sepak bola, serta memastikan bahwa Piala Dunia tetap menjadi turnamen yang adil dan meriah.
Dalam beberapa hari terakhir, tekanan terhadap FIFA untuk membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia semakin meningkat. Banyak pihak yang khawatir bahwa rencana ini akan memiliki dampak negatif pada sepak bola dan komunitasnya. Oleh karena itu, UEFA dan AFC telah meminta FIFA untuk mempertimbangkan kembali rencana ini dan memprioritaskan kepentingan sepak bola dan komunitasnya.
