PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 April 2026 | PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap tindakan kekerasan di lapangan, khususnya insiden tendangan kungfu yang melibatkan pemain tim Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto. Insiden terjadi pada pekan ke‑20 Elite Pro Academy (EPA) U‑20 antara Bhayangkara FC U‑20 dan Dewa United U‑20 di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April 2026. Setelah gol Dewa United yang dinyatakan sah oleh Komite Wasit PSSI, ketegangan memuncak dan berujung pada dua aksi tendangan kungfu, salah satunya dilakukan oleh Fadly Alberto.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, sebelumnya menegaskan bahwa gol Dewa United tidak offside, meski terdapat protes keras dari pemain Bhayangkara. Keputusan tersebut memicu kericuhan yang akhirnya memuncak pada aksi kekerasan fisik. Video tendangan tersebut cepat viral di media sosial, menimbulkan kecaman luas dari warganet, pelatih, dan pengamat sepakbola.
Menanggapi kejadian tersebut, PSSI melalui pernyataan resmi menyoroti bahwa kasus sudah masuk ke Komite Disiplin (Komdis). Exco PSSI Kairul Anwar menegaskan bahwa penanganan akan merujuk pada Kode Disiplin PSSI 2025, dengan mengkaji peran ofisial, perangkat pertandingan, serta pemain yang terlibat. “Komdis tidak akan melihat siapa pemain ini, tapi siapa yang melakukan, pasti akan disanksi tegas,” ujar Kairul.
Berikut beberapa poin penting yang diungkapkan dalam pernyataan PSSI:
- Insiden masuk ke agenda Komdis dan akan diproses sesuai Kode Disiplin PSSI 2025.
- Potensi sanksi berat termasuk larangan bermain lebih dari satu tahun bagi pelaku.
- Semua pihak—ofisial, perangkat pertandingan, dan pemain—akan dianalisis secara menyeluruh.
- Keputusan akhir berada di tangan badan yudisial PSSI.
Kairul juga menginformasikan bahwa Fadly Alberto, yang sebelumnya termasuk lima besar pemain terbaik Timnas U‑20, sudah dicoret dari daftar pemanggilan oleh pelatih Nova Arianto. Hal ini menandakan konsekuensi disiplin tidak memandang status atau prestasi pemain sebelumnya.
Di sisi lain, Dewa United U‑20 memilih menunda jalur hukum dan menyelesaikan masalah secara damai. Kedua tim melakukan pertemuan rekonsiliasi di Dewa United Arena, Tangerang, pada 22 April 2026, yang menghasilkan kesepakatan untuk tidak melanjutkan proses litigasi.
Fadly Alberto sendiri mengaku menyesali perbuatannya. Dalam wawancara dengan Liputan6.com, ia menyatakan, “Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya. Saya tetap bertekad mengejar karier profesional meski ada rintangan. Saya mohon maaf kepada tim Dewa United dan seluruh pendukung sepakbola.” Meskipun demikian, ia mengakui bahwa sanksi yang menunggu dapat menghambat perkembangan kariernya, terutama dalam konteks pemanggilan kembali ke Timnas U‑20.
Insiden ini menjadi sorotan penting bagi ekosistem sepakbola usia muda di Indonesia. Para analis menilai bahwa penegakan disiplin yang konsisten dapat menjadi deterrent bagi perilaku serupa di masa depan. Selain itu, kejadian ini menyoroti pentingnya kualitas dan independensi ofisial pertandingan, mengingat keputusan offside menjadi pemicu utama keributan.
Berikut rangkuman kronologis singkat:
- 19 April 2026: Dewa United mencetak gol sah melawan Bhayangkara FC di EPA U‑20.
- Protes pemain Bhayangkara atas keputusan offside memicu ketegangan.
- Terjadi dua aksi tendangan kungfu, salah satunya oleh Fadly Alberto.
- Video aksi menjadi viral, memicu kecaman publik.
- PSSI mengumumkan penyelidikan Komdis dan potensi sanksi berat.
- Dewa United membatalkan jalur hukum, memilih damai.
- Fadly Alberto dicoret dari skuad Timnas U‑20.
PSSI menegaskan komitmennya untuk menegakkan etika dan sportivitas di semua level kompetisi. Langkah tegas terhadap tendangan kungfu diharapkan menjadi contoh bagi pemain, pelatih, dan ofisial agar menjaga integritas permainan.
Dengan proses disiplin yang sedang berjalan, seluruh mata kini tertuju pada keputusan Komdis. Apakah Fadly Alberto akan dikenai larangan bermain lebih dari satu tahun atau sanksi alternatif lainnya, keputusan tersebut akan menjadi preseden penting dalam penegakan aturan disiplin di sepakbola Indonesia.
