PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Agustus 2026 | Situasi di Selat Hormuz kembali memanas setelah adanya ancaman teror dan konflik antara negara-negara di Timur Tengah. Kapal tanker yang melintasi selat ini pun berada dalam bahaya karena adanya ancaman penyerangan dari kelompok-kelompok teroris.
Menurut laporan, enam kapal tanker raksasa berbendera Arab Saudi telah mengubah haluan di Teluk Aden dan bergerak menuju Afrika bagian selatan. Sementara itu, dua kapal tanker yang memuat minyak Arab Saudi melintasi Selat Bab el-Mandeb.
Belgia juga terkena dampak dari situasi ini karena negara tersebut sepenuhnya bergantung pada impor gas alam cair (LNG) dari Rusia melalui kapal tanker selama Juli. Total pasokan LNG ke Belgia pada Juli turun lebih dari 40 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Selain itu, terjadi insiden penembakan misterius di Selat Hormuz yang menargetkan kapal kargo. Insiden ini menambah deretan serangan terhadap kapal dagang di perairan Oman.
Kapal KM Mutiara Sentosa II juga mengalami musibah kebakaran di perairan utara Sumenep. Beberapa korban selamat dari musibah tersebut dan menceritakan kisah mencekam mereka saat terombang-ambing di laut.
Menurut korban, api sempat berhasil dipadamkan, namun kobaran api kembali muncul dan dengan cepat membesar hingga menyebar ke bagian lain kapal. Penumpang dan kru kemudian diminta naik ke dek atas menggunakan jaket pelampung.
Semua insiden ini menunjukkan bahwa situasi di Selat Hormuz sangat tidak stabil dan berpotensi memicu krisis energi yang serius. Oleh karena itu, perlu diambil tindakan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di wilayah tersebut.
Kesimpulan, situasi di Selat Hormuz sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari negara-negara yang terkait. Ancaman teror dan konflik dapat berdampak besar pada keamanan dan keselamatan kapal tanker dan penumpangnya. Oleh karena itu, perlu diambil tindakan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di wilayah tersebut.
