PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Agustus 2026 | Pemerintah memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dijalankan dengan aman dan berkualitas. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka 13.000 dapur MBG secara serentak, melainkan akan memprioritaskan daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Menurut Sudaryono, dari data yang ada, sebanyak 1.700 dapur MBG sudah siap untuk dioperasikan di daerah dengan tingkat stunting tinggi. Pemerintah akan melakukan penyaringan data yang ketat untuk memastikan bahwa dapur-dapur MBG yang akan dioperasikan telah memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dalam program MBG. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan pondok pesantren dan sekolah berbasis keagamaan untuk membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan, pemerintah akan menerapkan standar higiene dan sanitasi yang lebih ketat bagi seluruh SPPG. Pemerintah juga akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap dapur-dapur MBG untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan telah memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Dalam rangka meningkatkan kualitas program MBG, pemerintah juga akan melakukan evaluasi dan pengawasan yang terus-menerus terhadap dapur-dapur MBG. Pemerintah berharap bahwa program MBG dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Untuk meningkatkan efisiensi program MBG, pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau dan mengelola program MBG. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa program MBG dijalankan dengan efektif dan efisien.
Menurut Sudaryono, pemerintah juga akan memastikan bahwa program MBG dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah berharap bahwa program MBG dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mengurangi angka stunting di Indonesia.
