PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Agustus 2026 | PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berupaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan kegiatan operasional secara masif di lapangan. Langkah itu juga dilakukan dengan menjaga komitmen rendah karbon di masa depan.
Wakil Direktur Utama PHE, Virano Nasution, menegaskan setiap prioritas pemenuhan energi nasional dimulai dari ketersediaan sumur pemboran, yang mencakup upaya menahan laju penurunan produksi alami di lapangan-lapangan mature, membuka potensi sumber daya baru di kawasan Indonesia Timur hingga mengoptimalkan potensi gas bumi yang melimpah.
Pertamina juga berupaya meningkatkan layanan pelanggan melalui adopsi teknologi customer engagement berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Braze. Integrasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital perusahaan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan.
Selain itu, Pertamina juga melakukan pendampingan kepada UMKM, seperti Narita Shibori, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Pendampingan ini membantu UMKM meningkatkan omzet dan memperluas akses ke pasar.
Pertamina juga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Harga BBM subsidi, seperti Pertalite dan BioSolar, tetap dipertahankan sesuai ketentuan pemerintah.
Hasil survei Stakeholder Satisfaction Index (SSI) 2026 menunjukkan skor kepuasan stakeholder Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meningkat menjadi 4,30. Peningkatan indeks tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, komunikasi yang terbuka, dan kolaborasi.
Kesimpulan, Pertamina terus berupaya meningkatkan kemandirian energi nasional melalui pemboran masif, kolaborasi teknologi, dan pendampingan UMKM. Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan layanan pelanggan dan mempertahankan harga BBM subsidi yang stabil.
