PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Agustus 2026 | Minyak bumi, sebagai salah satu sumber daya alam paling berharga di dunia, terus menjadi fokus perhatian baik dalam skala lokal maupun global. Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai perkembangan menarik telah terjadi, mulai dari upaya pengembangan nilai tambah minyak sereh wangi di Papua hingga ketidakpastian harga minyak dunia akibat ancaman denda oleh Iran terhadap kapal-kapal yang dianggap bermusuhan di Selat Hormuz.
Di Indonesia, Yayasan Dahetok Milah Lestari (YDML) telah membantu perajin minyak sereh wangi di Kampung Soa, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk membangun nilai tambah komoditas lokal. Upaya ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan memperkuat hilirisasi hasil bumi. Direktur YDML, Pdt. Andre Serhalawan, menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya dengan produksi bahan baku, tetapi juga perlu membangun nilai tambah melalui penguatan kualitas produk, identitas merek, dan akses pasar.
Sementara itu, di tingkat nasional, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasi. Mereka menerjunkan 30 personel lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas untuk mengawal penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dalam konteks global, ketidakpastian harga minyak dunia meningkat akibat ancaman denda oleh Iran terhadap kapal-kapal yang dianggap bermusuhan di Selat Hormuz. Harga minyak Brent naik 99 sen atau 1,2 persen menuju 83,48 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 85 sen atau 1,1 persen ke posisi 78,84 dolar AS per barel. Kenaikan ini mempertegas ketakutan pasar terhadap gangguan pasokan di jalur vital yang melayani seperlima konsumsi minyak bumi dunia.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan dan ketahanan energi nasional melalui penyediaan solusi perlindungan risiko komprehensif bagi sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) serta energi terbarukan. Tugu Insurance mempertahankan posisi terdepan pada berbagai lini bisnis utama yang menopang ekosistem energi dan transportasi nasional.
Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menyatakan bahwa prospek asuransi energi masih positif ke depannya, sejalan dengan perkembangan aktivitas sektor migas. Ia menambahkan bahwa Tugu Insurance memiliki kekuatan fundamental yang kuat untuk melakukan itu, dengan pengalaman kurang lebih 44 tahun dan didukung jejaring reasuransi yang kuat dari internasional.
Kesimpulan, minyak bumi terus menjadi komoditas strategis yang mempengaruhi perekonomian baik dalam skala lokal maupun global. Upaya pengembangan nilai tambah, pengawasan penyaluran BBM, dan ketidakpastian harga minyak dunia merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Dalam menghadapi tantangan ini, peran asuransi seperti Tugu Insurance menjadi krusial dalam mendukung keberlangsungan dan ketahanan energi nasional.
