PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Agustus 2026 | Perusahaan AI Firmus, yang awalnya merupakan penambang Bitcoin, baru-baru ini mendapatkan investasi sebesar $2 miliar dengan valuasi lebih dari $10,5 miliar. Ini menunjukkan peningkatan valuasi yang signifikan hanya dalam waktu empat bulan. Investasi ini datang dari beberapa investor besar, termasuk Blackstone dan Jane Street, yang bergabung dengan investor existing seperti Nvidia dan Coatue.
Firmus, yang berbasis di Australia, berencana untuk memperluas operasinya ke Asia-Pasifik, dengan fokus pada pembangunan pusat data AI. Proyek Southgate, yang merupakan proyek unggulan mereka, ditargetkan untuk mencapai 1,6 gigawatt kapasitas komputasi AI pada tahun 2028. Ini merupakan upaya besar untuk meningkatkan kapasitas komputasi AI di wilayah tersebut.
Investasi ini menunjukkan bahwa perusahaan seperti Firmus dipandang sebagai infrastruktur penting, bukan hanya sebagai perusahaan teknologi. Ini juga menyoroti pentingnya AI dalam transformasi digital dan kebutuhan akan kapasitas komputasi yang lebih besar untuk mendukung pengembangan AI.
Peran Firmus dalam pembangunan pusat data AI menunjukkan bahwa perusahaan ini berpotensi menjadi pemain utama dalam industri AI di Asia-Pasifik. Dengan dukungan dari investor besar, Firmus siap untuk memperluas jangkauannya dan meningkatkan kapasitas komputasi AI di wilayah tersebut.
Kesimpulan, investasi terbaru dalam Firmus menandai langkah besar dalam pengembangan AI di Asia-Pasifik. Dengan valuasi yang signifikan dan dukungan dari investor besar, Firmus berpotensi menjadi pemain utama dalam industri AI di wilayah tersebut.
