Kapal Terbakar di Perairan Indonesia, 5 Orang Meninggal dan Banyak Tertunda

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Agustus 2026 | Beberapa insiden kebakaran kapal baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan transportasi laut di Indonesia. Salah satu kejadian yang paling menyedihkan adalah kebakaran KM Mutiara Sentosa II, yang menyebabkan 5 orang meninggal dunia dan banyak lainnya tertunda.

Kapal tersebut terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar di perairan utara Pulau Madura. Menurut laporan, api mulai muncul dari area dek kendaraan dan dengan cepat membesar, sehingga memicu kondisi darurat di kapal.

Baca juga:

Basarnas telah mengungkap bahwa penyebab kematian 5 orang bukan karena terbakar, melainkan karena mereka terjatuh dari ketinggian saat kapal mulai miring sebelum akhirnya tenggelam. Seluruh penumpang telah diarahkan menuju anjungan kapal dan mengenakan jaket pelampung sebelum menyelamatkan diri ke laut.

Insiden ini telah menimbulkan desakan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kapal-kapal yang menjadi moda transportasi laut. Anggota Komisi V DPR Sudjatmiko mendesak adanya evaluasi kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, dan sistem pengawasan yang dilakukan regulator.

Baca juga:

Perusahaan pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran, telah menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang terjadi dan memastikan bahwa seluruh korban jiwa maupun kendaraan telah diasuransikan oleh perusahaan.

Kebakaran kapal ini telah menjadi alarm berulangnya kasus kecelakaan transportasi laut di Indonesia. Pemerintah didesak untuk melakukan penguatan standar keselamatan penumpang transportasi laut, terutama sistem proteksi kebakaran.

Baca juga:

Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa insiden kapal telah terjadi di berbagai wilayah dengan penyebab yang beragam, mulai dari faktor teknis, faktor cuaca ekstrim, sampai dugaan kelalaian operasional.

Oleh karena itu, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap kelaikan kapal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *