PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Agustus 2026 | Cak Sholeh, seorang pengacara senior yang dikenal dengan slogannya ‘No Viral No Justice‘, meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ia meninggalkan jejak yang mendalam dalam dunia hukum dan keadilan di Indonesia. Sebagai pendiri No Viral No Justice, Cak Sholeh konsisten membela masyarakat kecil yang terlibat dalam kasus-kasus hukum.
Cak Sholeh lahir di Sidoarjo pada 2 November 1975. Ia memiliki latar belakang sebagai santri dan alumni Tsanawiyah Tebuireng, Jombang. Ia juga merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Sejak muda, Cak Sholeh sudah dikenal sebagai aktivis yang vokal mengkritisi Orde Baru, terutama melalui organisasi SMID dan PRD.
Sebagai pengacara, Cak Sholeh dikenal gigih membela kasus-kasus yang melibatkan rakyat kecil. Ia juga terkenal dengan kemampuan analisisnya yang tajam dan argumentasi yang kuat di pengadilan. Cak Sholeh pernah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi sebanyak 24 kali, termasuk dua gugatan yang paling terkenal tentang calon tunggal kepala daerah dan keterpilihan calon anggota DPR/DPRD berdasar suara terbanyak.
Cak Sholeh meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Surabaya. Kabar meninggalnya Cak Sholeh beredar luas di media sosial dan jejaring grup WhatsApp. Ucapan duka cita mengalir deras dari berbagai pihak, termasuk dari rekan-rekannya di dunia hukum dan masyarakat yang pernah dibantunya.
Dalam kenangan, Cak Sholeh akan selalu dikenang sebagai seorang pengacara yang gigih membela keadilan dan kebenaran. Ia merupakan contoh nyata bahwa perjuangan untuk keadilan dan kebenaran tidak pernah sia-sia, bahkan jika harus menghadapi tantangan dan kesulitan. Semangat dan dedikasi Cak Sholeh akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
