PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif dengan peningkatan sebesar 1,04% pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, dan ditutup di level 6.409,654. Peningkatan ini sejalan dengan kembalinya agresivitas investor asing dalam mengakumulasi portofolio saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data pergerakan investor asing dan statistik perdagangan BEI menunjukkan bahwa total nilai beli bersih atau net foreign buy pada hari perdagangan tersebut mencapai angka Rp1,24 triliun. Arus modal asing yang masuk dengan deras ini mayoritas menyasar saham-saham big caps di sektor perbankan, petrokimia, pertambangan, telekomunikasi, hingga energi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) keluar sebagai primadona incaran utama para pemodal asing. Bank pelat merah yang memiliki fokus besar pada segmen UMKM ini mencatatkan nilai beli bersih asing paling tinggi, menembus angka Rp506,88 miliar. Besarnya minat asing terhadap saham perbankan ini menjadikannya sebagai motor penggerak utama alias kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG dengan sumbangan sebesar 13,14 poin.
Selain BBRI, emiten lain yang turut memberikan dorongan poin cukup signifikan terhadap laju IHSG adalah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebesar 5,64 poin dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 5,54 poin. Sektor infrastruktur menjadi bintang panggung dengan membukukan penguatan terbesar yakni 2,17 persen, sementara sektor barang konsumen non-primer menjadi satu-satunya yang tertekan dengan pelemahan 0,69 persen.
Dalam beberapa waktu terakhir, kinerja emiten badan usaha milik negara (BUMN) di sektor perbankan masih sangat kinclong. Bank-bank pelat merah tersebut dari sisi laba bersih terus mengalami pertumbuhan dibandingkan semester pertama 2025. Walaupun pertumbuhan laba setiap bank tidak merata, secara keseluruhan, sektor perbankan pelat merah masih menunjukkan daya tahan dan pertumbuhan profitabilitas yang kuat sepanjang paruh pertama tahun buku 2026.
Bank Tabungan Negara (BBTN) meraih pertumbuhan laba bersih tertinggi di antara emiten BUMN bank yang listing di BEI sepanjang semester pertama 2026. Laba bersih BBTN melesat 40,8 persen secara tahunan dengan menggenggam Rp2,40 triliun di semester pertama 2026. Kinerja bottom-line BTN didorong oleh transformasi bisnis, pertumbuhan kredit perumahan, serta keberhasilan menekan biaya dana (Cost of Fund) di level 3,01%.
Kesimpulan, IHSG yang terus menguat dan minat investor asing yang besar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar menjadi sentimen positif bagi pasar domestik. Dengan demikian, para investor diperingatkan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan.
