PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Agustus 2026 | Insentif dan pengembangan ekonomi telah menjadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir. Dalam konteks pengembangan ekonomi, insentif dapat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan dan perlindungan lingkungan. Salah satu contoh nyata adalah program konservasi mangrove yang dikembangkan oleh Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Program ini bertujuan untuk mengembangkan model konservasi mangrove berbasis usaha masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu mangrove menjadi produk bernilai ekonomi.
Dr. Faisal M. Jasin, S.T., M.Si., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi IKTJ, menjelaskan bahwa pendekatan ini memberikan nilai ekonomi pada hasil non-kayu mangrove, seperti buah dan daunnya, supaya warga punya insentif nyata untuk ikut menjaga hutan ini. Sebanyak 20 perempuan pesisir mengikuti pelatihan mengolah buah pidada, daun, dan kulit kayu mangrove menjadi dodol, sirup, keripik, stik, serta pewarna alami batik.
Di sisi lain, pemerintah juga berencana untuk mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pelindungan Pekerja Transportasi Online. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa finalisasi Perpres tersebut ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026. Dengan status driver ojol menjadi UMKM, Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, menjelaskan bahwa ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan, seperti fleksibilitas dan intensif.
Kesimpulan dari berbagai informasi tersebut adalah bahwa insentif dan pengembangan ekonomi dapat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan dan perlindungan lingkungan. Dengan memberikan nilai ekonomi pada hasil non-kayu mangrove, masyarakat dapat memiliki insentif nyata untuk ikut menjaga hutan. Selain itu, status driver ojol menjadi UMKM juga dapat memberikan keuntungan seperti fleksibilitas dan intensif.
