PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Agustus 2026 | Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Malaysia telah meningkatkan kemampuan deteksi narkoba di bandaranya. Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution Ismail, menegaskan bahwa mesin pemindai di KLIA sangat mampu mendeteksi barang selundupan seperti narkoba.
Saifuddin mengatakan bahwa pemeriksaan bagasi di KLIA dilakukan oleh otoritas Keamanan Penerbangan, dengan dibantu oleh polisi pembantu dari Malaysia Airports Holdings Bhd, sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.
Protokol pemeriksaan saat ini lebih menekankan pada deteksi senjata, termasuk senjata api, benda tajam, dan bahan peledak, sehingga terjadi kesenjangan dalam mendeteksi barang selundupan, meskipun mesin pemindai secara teknis mampu melakukannya.
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Indonesia, juga telah berstatus sebagai bandar udara internasional seiring dengan rencana dibukanya kembali penerbangan menuju Malaysia dan Singapura.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan kembali melayani penerbangan menuju Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura. Sementara itu, rute domestik yang dipersiapkan meliputi Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar.
Farhan menyebut sedikitnya terdapat delapan maskapai yang akan melayani penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, termasuk grup Garuda, grup Lion, TransNusa, dan dua maskapai lainnya untuk penerbangan internasional.
Pemerintah Kota Bandung saat ini terus mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung agar reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dapat berjalan optimal. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan jalan akses menuju bandara, normalisasi drainase, hingga peningkatan penerangan jalan umum.
Dalam kasus terpisah, seorang aktor Indonesia berinisial SHT didenda 500 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 2,1 juta setelah mengaku bersalah atas dua perkara terkait keributan di KLIA.
Sementara itu, Bareskrim Polri resmi bergandengan tangan dengan Polis Di Raja Malaysia (PDRM) untuk mengusut tuntas jaringan penyelundupan narkoba yang melibatkan pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa tim kepolisian Malaysia akan mendatangi Bareskrim Polri untuk melakukan investigasi bersama.
Tim kepolisian Negeri Jiran tersebut dijadwalkan mengumpulkan bukti di Jakarta pada 11-15 Agustus 2026, guna mendalami asal-usul pasokan narkoba, modus operandi, serta dugaan keterlibatan sindikat di Indonesia.
PDRM berjanji membedah seluruh alur peredaran gelap ini, mulai dari pemasok, jaringan yang terlibat, hingga celah keamanan yang dilalui pelaku di KLIA.
Kesimpulan, Bandara Internasional Kuala Lumpur telah meningkatkan kemampuan deteksi narkoba di bandaranya, sementara Bandara Husein Sastranegara di Bandung telah berstatus sebagai bandar udara internasional dan akan melayani penerbangan menuju Malaysia dan Singapura.
