Kasus Mutilasi Depok: Saepul Diduga Merekayasa Cerita untuk Menutupi Niat Jahat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Agustus 2026 | Kasus mutilasi di Depok yang menewaskan Kunaefi (51) terus berkembang. Saepul, pelaku yang ditangkap polisi, diduga merekayasa cerita untuk menutupi niat jahatnya. Awalnya, Saepul mengaku membunuh Kunaefi karena merasa dilecehkan, namun penyelidikan polisi mengungkap bahwa Saepul sebenarnya mengincar motor korban untuk melunasi utangnya.

Menurut polisi, Saepul telah merencanakan pembunuhan sejak awal dan bahkan telah membuat skenario palsu untuk mengaburkan motif sebenarnya. Setelah membunuh Kunaefi, Saepul membuang jasad korban di sebuah lahan kosong dan menjual motor korban di Pandeglang, Banten.

Baca juga:

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan karung plastik berisi jasad di sebuah lahan kosong. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menetapkan Saepul sebagai tersangka. Saepul diduga membunuh Kunaefi di kamar kosnya yang berada di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

Selain itu, Saepul juga pernah bekerja sebagai karyawan freelance di sebuah usaha piscok di Depok. Namun, pemilik usaha tersebut mengaku bahwa Saepul hanya bekerja sebentar dan telah mengundurkan diri sebelum kasus mutilasi terjadi.

Baca juga:

Menanggapi kasus ini, Deputi Sekretaris Center for Digital Society (CfDS) UGM, Iradat Wirid, mengingatkan bahwa tindak kejahatan yang dilakukan oleh oknum pengguna tidak boleh dijadikan alasan untuk memblokir aplikasi kencan. Ia menyarankan agar pemerintah membedakan antara tata kelola platform digital dengan tindak kejahatan yang dilakukan oleh penggunanya.

Kasus mutilasi di Depok ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama di dunia maya. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kejahatan yang dilakukan oleh oknum pengguna aplikasi kencan telah meningkat, sehingga penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak terlalu percaya pada orang yang baru dikenal.

Baca juga:

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga masyarakat harus selalu waspada dan tidak terlalu percaya pada orang yang baru dikenal. Selain itu, pemerintah dan penyedia layanan aplikasi kencan harus bekerja sama untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *