Gempa dan Kebocoran Gas Mengguncang Kolombia dan Indonesia, Menyebabkan Kehilangan Hidup dan Kerusakan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Agustus 2026 | Sedikitnya 21 orang tewas setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, menyebabkan bangunan runtuh dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran di sejumlah kota. Wali Kota Pereira Mauricio Salazar memastikan sedikitnya 18 orang tewas di kota tersebut. Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 32 bangunan mengalami kerusakan total atau sebagian.

Pihak berwenang di Manizales menangguhkan seluruh kegiatan akademik serta melaporkan kebocoran gas dan listrik. Di Quibdo, laporan awal menunjukkan satu orang tewas, selain adanya korban luka dan bangunan yang mengalami kerusakan parah. Gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT (19:34 WIB) dengan episentrum sekitar 5 kilometer (3,1 mil) di sebelah timur kota San Jose del Palmar, menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Baca juga:

Sementara itu, di Indonesia, kebakaran hebat menghanguskan kandang ayam di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Sebanyak 7.000 ekor ayam hangus terbakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Kebakaran diduga berasal dari kebocoran gas elpiji pada alat pemanas suhu anak ayam.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit armada dan berhasil memadamkan api dalam tiga jam. Pemilik kandang ayam, KH Nur Khotib, mengalami kerugian besar akibat kebakaran tersebut. Kebocoran gas elpiji pada alat pemanas suhu anak ayam diduga sebagai penyebab kebakaran.

Baca juga:

Kebakaran kandang ayam di Tulungagung dan gempa bumi di Kolombia merupakan contoh kejadian bencana alam yang dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hidup. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran akan bahaya kebocoran gas dan gempa bumi.

Dalam menghadapi kejadian bencana alam, penting untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Juga, melakukan pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi dampak kejadian bencana alam.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *