PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Agustus 2026 | Cadangan emas Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kehadiran Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Indonesia telah mengokohkan posisi Indonesia sebagai pusat investasi emas di kawasan. Ini juga mendongkrak daya saing nasional di tengah tingginya dinamika ketidakpastian ekonomi global.
Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat ekosistem investasi berbasis emas. Langkah strategis ini salah satunya diwujudkan lewat peluncuran ETF Emas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai instrumen finansial yang fundamental. Dengan demikian, ETF Emas juga menjadi hal yang fundamental yang diluncurkan oleh OJK.
Lebih lanjut, Airlangga menekankan pentingnya pengembangan industri emas secara utuh, mulai dari penambangan di sektor hulu hingga pemanfaatan emas sebagai perhiasan dan media investasi masyarakat di sektor hilir. Ini membuktikan bahwa Indonesia serius dalam mengembangkan sektor emas.
Lonjakan signifikan pada cadangan emas nasional yang dikelola Pegadaian sejak awal peluncuran bank emas (bullion bank) juga menjadi bukti nyata. Cadangan emas nasional melonjak dari 70 ton menjadi sekitar 153 ton emas. Dengan volume 153 ton tersebut, nilai potensi investasi emas Indonesia ditaksir mencapai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Angka ini melampaui capaian ETF emas India yang berada di kisaran 17 miliar hingga 18 miliar dolar AS, serta mengungguli posisi Singapura pascapengembangan bullion bank. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor emas.
Di sisi lain, harga emas dunia juga melanjutkan tren kenaikan hingga menyentuh kisaran USD4.400 per ons pada perdagangan hari Selasa. Capaian ini mencatatkan level tertinggi dalam dua bulan terakhir yang didorong oleh penguatan permintaan investasi terhadap logam mulia.
Kenaikan harga tetap terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang memicu risiko inflasi serta membakar ekspektasi kenaikan suku bunga acuan. Penguatan harga emas mendapat dorongan kuat dari aktivitas pemborongan yang dilakukan oleh investor asal Tiongkok.
Investor institusional di negara tersebut terus menambah kepemilikan emas batangan sebagai langkah lindung nilai untuk mengantisipasi gejolak di pasar keuangan lain. Kondisi ini membuat produk dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF berbasis emas di Tiongkok mencatatkan durasi arus masuk modal terpanjang dalam beberapa bulan terakhir.
Bank Sentral Tiongkok juga turut mempercepat aksi pemborongan cadangan emas. Otoritas moneter Tiongkok menambah cadangan emas sekitar 20 ton pada bulan Juli, naik dari penambahan bulan Juni yang sebesar 15 ton. Langkah tersebut menjadi aksi penambahan cadangan bulanan terbesar yang dicatatkan Bank Sentral Tiongkok sejak Oktober 2023.
Dinamika kenaikan harga emas global ini turut memberikan dampak langsung bagi pasar keuangan dan komoditas di Indonesia. Pergerakan harga logam mulia dunia menjadi acuan utama bagi pembentukan harga emas batangan domestik serta memengaruhi ketertarikan investor dalam negeri yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kesimpulan, cadangan emas Indonesia telah meningkat secara signifikan dan memiliki potensi besar dalam sektor emas. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan daya saing nasional dan mengembangkan sektor emas secara utuh.
