Harga Pertamax Turun, Masyarakat Masih Memilih Pertalite

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Agustus 2026 | Harga BBM Pertamina hari ini, Kamis 13 Agustus 2026, telah menunjukkan penyesuaian harga untuk beberapa jenis bahan bakar. PT Pertamina Patra Niaga telah menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo sejak 1 Agustus 2026.

Tercatat, harga BBM Pertamax turun Rp300 menjadi Rp15.950 per liter dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter. Harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter dari harga sebelumnya Rp19.300 per liter. Harga Pertamax Green juga turun menjadi Rp16.600 per liter dari harga sebelumnya Rp17.000 per liter.

Baca juga:

Sementara, harga BBM jenis Dexlite tetap Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex juga tetap Rp21.150 per liter. Di sisi lain, harga BBM subsidi jenis Pertalite juga tetap Rp10.000 per liter dan biolar subsidi Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga BBM ini dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat serta mendukung ketersediaan pasokan BBM nasional. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti tren harga rata-rata harga minyak dunia serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat.

Baca juga:

Masyarakat masih memilih untuk membeli Pertalite meskipun harga Pertamax telah turun. Hal ini dikarenakan harga Pertalite yang lebih murah dan ramah di kantong. Asti, seorang pengguna Pertalite asal Karanganyar, Jawa Tengah, mengaku enggan beralih ke Pertamax meskipun turun harga.

Penurunan harga Pertamax sejak 1 Agustus 2026 ternyata belum memberikan dampak yang terasa terhadap antrean Pertalite. Harapannya, penurunan harga Pertamax dapat membuat sebagian pengguna beralih sehingga antrean Pertalite tidak terlalu padat.

Penyesuaian harga BBM ini juga berkaitan dengan rencana pemerintah untuk membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat dari kelompok ekonomi atas atau desil 9 dan 10. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah masih mempelajari sistem pembatasan tersebut bersama PT Pertamina.

Baca juga:

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat dari kelompok ekonomi atas merupakan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan subsidi dan mendukung ketersediaan pasokan BBM nasional.

Kesimpulan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat dari kelompok ekonomi atas merupakan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan subsidi dan mendukung ketersediaan pasokan BBM nasional. Masyarakat masih memilih untuk membeli Pertalite meskipun harga Pertamax telah turun, dan penurunan harga Pertamax belum memberikan dampak yang terasa terhadap antrean Pertalite.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *