Konflik di Timur Tengah: Dampak pada Rupiah dan Keamanan Regional

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Agustus 2026 | Konflik di Timur Tengah kembali memanas, dan ini berdampak pada nilai tukar rupiah. Rupiah melemah ke level Rp17.879 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait Iran dan Selat Hormuz.

Selain itu, perjanjian pertahanan trilateral antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga menambah ketidakpastian di kawasan. Perjanjian ini ditandatangani pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan diharapkan dapat meningkatkan keamanan regional. Namun, perjanjian ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca juga:

Lebanon menjadi negara pertama di Timur Tengah yang menghapuskan hukuman mati. Keputusan ini diambil pada Selasa, 11 Agustus 2026, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan. Penghapusan hukuman mati ini juga disambut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE).

Baca juga:

Rupiah diperkirakan akan terus melemah di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS dan tinjauan MSCI. Dalam jangka panjang, keamanan regional di Timur Tengah akan sangat bergantung pada kemampuan negara-negara di kawasan untuk mengelola konflik dan meningkatkan kerja sama.

Baca juga:

Kesimpulan, konflik di Timur Tengah memiliki dampak yang signifikan pada nilai tukar rupiah dan keamanan regional. Perjanjian pertahanan trilateral antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menambah ketidakpastian di kawasan, sementara penghapusan hukuman mati di Lebanon dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan. Rupiah diperkirakan akan terus melemah di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *