PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Agustus 2026 | Ajang kecantikan Miss Universe Canada 2026 baru-baru ini menjadi sorotan karena momen yang sangat mengharukan. Jaime VandenBerg, Miss Universe Canada 2025, tampil di atas panggung sambil menggendong putri kecilnya, Charlotte, yang baru saja lahir. Penampilan tersebut menjadi langkah terakhir Jaime sebelum mengakhiri masa jabatannya dan menyerahkan mahkota kepada penerusnya.
Jaime VandenBerg sebelumnya berhasil masuk dalam jajaran Top 30 Miss Universe 2025 saat sedang mengandung empat bulan. Ketika mewakili Kanada di ajang yang digelar di Bangkok pada November 2025, Jaime memilih untuk tidak mengungkapkan kehamilannya kepada publik. Barulah pada 2 Maret, Jaime membagikan kabar tersebut melalui unggahan Instagram.
Jaime mengungkap bahwa dirinya telah mengandung empat bulan selama mengikuti kompetisi, dengan memperlihatkan cuplikan momen di panggung sekaligus perkembangan baby bump-nya. Dukungan pasangannya dan konsultasi dokter membuat Jaime melanjutkan kompetisi; setelah melahirkan Charlotte pada Mei 2026, ia berharap kisahnya menyemangati perempuan mengejar ambisi sambil membangun keluarga.
Sementara itu, kontroversi juga terjadi dalam ajang Miss Universe Canada 2026. Ashley Callingbull, Miss Universe Canada 2024, menjadi sorotan setelah ia berbicara tentang dua kostum yang terinspirasi dari budaya Indigenous. Ashley menyatakan bahwa kostum-kostum tersebut merupakan contoh dari apropriasi budaya dan bahwa ia merasa sedih melihat hal tersebut terjadi.
Ashley Callingbull, yang menjadi Miss Universe Canada pertama dari kalangan Indigenous, menyatakan bahwa ia merasa terhormat dapat mewakili komunitasnya dalam ajang tersebut. Namun, ia juga menyatakan bahwa ada kesalahan yang dilakukan selama kompetisi, yaitu apropriasi budaya terhadap kostum-kostum Indigenous.
Dalam kesimpulan, Miss Universe Canada 2026 menjadi ajang yang penuh dengan momen-momen yang mengharukan dan kontroversial. Dari penampilan Jaime VandenBerg dengan menggendong bayinya hingga apropriasi budaya terhadap kostum-kostum Indigenous, ajang ini menunjukkan bahwa kecantikan tidak hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang keberanian dan kesadaran akan isu-isu sosial.
