Tragedi di Sungai Cikupa: Wanita Tenggelam Ditemukan Meninggal

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Agustus 2026 | Lebak, Banten – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten menemukan jenazah seorang wanita yang tenggelam di Sungai Cikupa, Kabupaten Lebak, Banten. Korban bernama Kholisah (34) warga Tambakbaya, Kabupaten Lebak.

Menurut Kasubsi Siaga dan Operasional Basarnas Banten Rizky Dwianto, tim SAR Banten berkoordinasi dengan SAR Lebak, BPBD, TNI, Polri, Relawan, dan masyarakat melakukan pencarian korban setelah adanya laporan kondisi membahayakan manusia berupa satu orang tenggelam di Sungai Cikupa, Kamis pukul 19.10 WIB.

Baca juga:

Tim SAR Banten gabungan melakukan pencarian melalui assessment, penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian dengan alat bantu penerangan, serta menggunakan perangkat Aqua Eye.

Pada pukul 21.46 WIB, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di sekitar titik lokasi korban dilaporkan tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) dan dievakuasi ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Setelah korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 22.15 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Baca juga:

Di tempat lain, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI-Polri, termasuk di Kabupaten Lebak, Banten. Peresmian dilakukan secara hybrid melalui konferensi video.

Presiden Prabowo mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang membangun infrastruktur untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurut dia, pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bentuk nyata pengabdian TNI-Polri kepada rakyat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak melaporkan TNI AD telah mengerjakan pembangunan 3.008 jembatan. Sebanyak 2.500 jembatan di antaranya telah selesai, sementara 508 lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Baca juga:

Pembangunan jembatan juga dilakukan di 798 titik wilayah terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Padang.

Korupsi dan kejahatan lingkungan masih menjadi masalah serius di Indonesia. Polda Sumatera Selatan bersama jajaran polres terus menggencarkan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan hutan dan lahan (karhutla). Hingga 9 Agustus 2026 pukul 15.39 WIB, aparat kepolisian telah menangani sembilan kasus karhutla dengan total sembilan tersangka.

Dalam kesimpulan, tragedi di Sungai Cikupa dan pembangunan jembatan oleh TNI-Polri merupakan contoh nyata pengabdian kepada rakyat. Namun, korupsi dan kejahatan lingkungan masih menjadi masalah serius yang perlu diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *