PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Agustus 2026 | Laut Merah, yang terletak di antara Afrika dan Asia Barat, telah menjadi pusat perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena potensinya sebagai jalur perdagangan alternatif Selat Hormuz. Negara-negara di sekitar Laut Merah, seperti Eritrea, telah memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pengaruh mereka dalam kancah geopolitik global.
Eritrea, yang terletak di Tanduk Afrika, memiliki garis pantai yang strategis di Laut Merah. Negara ini telah mengembangkan pelabuhan-pelabuhan modern, seperti Assab dan Massawa, untuk meningkatkan kapasitas perdagangan dan logistik. Dengan demikian, Eritrea berpotensi menjadi pemain penting dalam jalur perdagangan internasional.
Arab Saudi, salah satu negara terkemuka di Timur Tengah, juga telah memperkuat kehadirannya di Laut Merah. Negara ini telah membentuk aliansi maritim bersama 13 negara lainnya untuk menjaga keamanan dan kebebasan pelayaran di kawasan ini. Aliansi ini bertujuan untuk melindungi jalur perdagangan internasional dari ancaman kelompok teroris dan milisi.
Situasi keamanan di Laut Merah memang telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, telah melancarkan serangan-serangan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan ini. Serangan-serangan ini telah menyebabkan kerugian besar bagi perdagangan internasional dan memperburuk situasi keamanan di kawasan ini.
Indonesia, sebagai negara maritim, juga memiliki kepentingan strategis di Laut Merah. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah menargetkan pembangunan armada kapal ikan modern untuk meningkatkan produksi perikanan nasional. Selain itu, Indonesia juga telah mengirimkan tim penyelamat untuk mencari awak kapal Indonesia yang hilang akibat serangan di Laut Merah.
Dalam konteks ini, Laut Merah telah menjadi pusat perhatian dalam kancah geopolitik global. Negara-negara di sekitar Laut Merah, seperti Eritrea dan Arab Saudi, telah memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pengaruh mereka. Sementara itu, Indonesia juga memiliki kepentingan strategis di kawasan ini dan telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan produksi perikanan nasional dan melindungi warganya.
Kesimpulan, Laut Merah telah menjadi kawasan yang strategis dalam kancah geopolitik global. Negara-negara di sekitar Laut Merah, seperti Eritrea dan Arab Saudi, telah memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pengaruh mereka. Indonesia, sebagai negara maritim, juga memiliki kepentingan strategis di kawasan ini dan harus terus meningkatkan produksi perikanan nasional dan melindungi warganya.
