PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Agustus 2026 | Dunia tinju berduka setelah mantan petinju Prichard Colon meninggal dunia pada usia 33 tahun. Colon mengembuskan napas terakhir sekitar 11 tahun setelah mengalami cedera otak serius dalam pertarungan melawan Terrel Williams pada 2015.
Colon mengalami subdural hematoma setelah pertarungan 2015 dan menjalani koma selama 221 hari. Ayahnya, Richard Colon, mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial pada Kamis (13/8/2026) lalu.
Prichard Colon meninggal dunia pada usia 33 tahun, sekitar 11 tahun setelah mengalami cedera otak serius dalam pertarungan melawan Terrel Williams. Pada saat itu, Colon masih berusia 23 tahun dan sedang berada dalam periode terbaik dalam kariernya.
Pertarungan melawan Williams berlangsung selama 9 ronde, meskipun Colon mengeluhkan pukulan ilegal yang dilakukan oleh lawannya. Ia kemudian jatuh dan mengalami cedera otak yang serius.
World Boxing Council (WBC) mengenang Colon sebagai simbol ketangguhan dan mendorong penguatan aturan keselamatan tinju. WBC juga menyatakan bahwa cedera yang dialami Colon disebabkan oleh pukulan ilegal yang dilakukan oleh lawannya.
Keluarga Colon telah mengajukan gugatan senilai $50 juta terhadap dokter yang bertugas dalam pertarungan tersebut, karena dianggap telah membiarkan pertarungan berlanjut meskipun Colon sudah mengalami cedera.
Prichard Colon meninggalkan warisan sebagai petinju yang tangguh dan berani. Ia meninggal dunia pada usia yang relatif muda, tetapi kenangannya akan terus hidup dalam hati para penggemar tinju.
Sebagai penutup, kematian Prichard Colon merupakan peringatan bagi kita semua tentang risiko yang dihadapi oleh para atlet dalam olahraga kontak. Oleh karena itu, kita harus terus mendukung upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan para atlet.
