Kapal Feri Terbalik di Berbagai Belahan Dunia, Ratusan Korban Jiwa

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Agustus 2026 | Kapal feri terbalik menjadi salah satu bencana laut yang paling mematikan di berbagai belahan dunia. Baru-baru ini, sebuah kapal feri penumpang milik pemerintah terbalik di Danau Kariba, Zimbabwe, yang mengakibatkan sedikitnya 72 orang tewas.

Insiden tersebut terjadi ketika kapal feri tersebut mengangkut 114 orang dewasa, 5 kru kapal, dan sejumlah anak-anak yang belum jelas jumlahnya. Kapal tersebut diduga mengalami kerusakan karena air mulai masuk ke dalamnya, dan ombak besar menghantam kapal tersebut hingga terbalik.

Baca juga:

Peristiwa serupa juga terjadi di Indonesia, di mana sebuah sampan pelansir penumpang terbalik di kawasan Dermaga Penyeberangan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sampan tersebut membawa belasan penumpang dari dermaga menuju kapal utama yang akan berlayar ke wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa.

Gelombang besar menghantam sampan tersebut beberapa kali hingga akhirnya terbalik. Kejadian tersebut terekam dalam video yang beredar di masyarakat, menunjukkan sejumlah pekerja penyeberangan berupaya menahan dan mengendalikan sampan, namun derasnya gelombang membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Baca juga:

Kepala Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kotaagung, Iqbal, mengatakan keberangkatan kapal terakhir terpaksa ditunda setelah kondisi gelombang tiba-tiba membesar. Keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Peristiwa kapal feri terbalik juga terjadi di perairan Bantaeng, Sulawesi Selatan, di mana sebuah perahu nelayan terbalik dihantam ombak besar. Korban yang selamat menolak dievakuasi dan memilih tetap bertahan di atas perahunya yang berada di sekitar lokasi kapal tenggelam.

Baca juga:

Kapal feri terbalik merupakan salah satu bencana laut yang paling mematikan di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya laut, serta meningkatkan kemampuan dan peralatan untuk menghadapi situasi darurat.

Keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas utama dalam pengoperasian kapal feri. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kemampuan dan peralatan, serta peningkatan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *