PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Agustus 2026 | Gudang Garam, salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia, telah melakukan upaya untuk meningkatkan produksi dan stabilitas harga tembakau. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, juga telah memperketat pengawasan transaksi jual beli tembakau pada musim panen 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tembakau di tingkat petani tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus mencegah praktik pembelian dengan harga murah yang berpotensi merugikan petani.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga telah menyetorkan modal kepada anak usaha perseroan, PT Surya Dhoho Investama (SDHI), senilai Rp 200 miliar. Modal ini untuk mendukung kegiatan operasional bandar udara (bandara) Dhoho atau Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.
Di sisi lain, pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran program ketahanan pangan sebesar Rp 195,3 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Alokasi anggaran ini mengalami pertumbuhan sebesar 2,3 persen bila dibandingkan proyeksi (outlook) pada APBN 2026 sebesar Rp 190,9 triliun.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, juga telah melakoni maraton agenda strategis di Kota Kupang untuk mengeksekusi tiga program prioritas daerah, yakni penguatan ketersediaan pangan, peningkatan mutu pendidikan, serta percepatan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN). Dalam agenda pertamanya, Paulus menemui Kepala Bulog Wilayah NTT guna mengawal rencana pembangunan Gudang Bulog di Rote Ndao.
Langkah-langkah ini menunjukkan upaya serius untuk meningkatkan produksi dan stabilitas harga tembakau, serta ketahanan pangan di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan produksi tembakau dan pangan dapat meningkat, serta harga dapat stabil, sehingga petani dan masyarakat dapat memperoleh manfaat yang lebih baik.
Kesimpulan, upaya Gudang Garam dan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan stabilitas harga tembakau, serta ketahanan pangan, merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang memiliki produksi tembakau dan pangan yang stabil dan berkualitas.
