Imbang Pertama Persib di GBLA: 5 Fakta Menarik Laga Persib vs Arema FC

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi saksi laga seru pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung dan Arema FC yang berakhir dengan skor 0-0. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 24 April 2026 ini menjadi catatan bersejarah karena menandai imbang pertama Persib di kandang sejak awal musim. Meski tidak ada gol yang tercipta, kedua tim menunjukkan aksi defensif yang solid, terutama dari kiper Arema, Lucas Frigeri, yang melakukan beberapa penyelamatan krusial.

Persib yang selama ini mendominasi GBLA dengan 14 kemenangan beruntun di musim ini, harus puas berbagi satu poin dengan Singo Edan. Statistik menunjukkan penguasaan bola Persib mencapai 64 persen, namun peluang yang tercipta tidak mampu menembus pertahanan Arema yang disiplin. Di babak pertama, Andrew Jung menyalurkan tendangan ke arah gawang yang berhasil digagalkan Frigeri, sementara Uilliam Barros hampir mencetak gol namun bola kembali dipertahankan kiper tamu.

Baca juga:

Di babak kedua, tekanan Persib kembali meningkat. Uilliam Barros dan Beckham Putra berulang kali menyerang, namun kembali dihalau oleh Frigeri. Penampilan gemilang sang penjaga gawang menjadi salah satu faktor utama Arema mampu menahan serangan tuan rumah. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tim yang mampu memecah kebuntuan.

Berikut lima fakta menarik yang dapat diambil dari hasil imbang ini:

Baca juga:
  • Imbang pertama Persib di GBLA. Sebelumnya Persib mencatat 14 kemenangan beruntun di kandang, menjadikan hasil 0-0 ini sebagai catatan pertama tim Bobotoh tidak meraih tiga poin di rumah.
  • Imbang beruntun bagi Persib. Laga ini menjadi imbang beruntun ke dua Persib setelah sebelumnya berbagi poin melawan Dewa United.
  • Rekor pertahanan Arema. Arema menjadi satu-satunya tim yang berhasil mencuri poin di GBLA pada musim ini, menambah catatan clean sheet mereka saat menatap Persib.
  • Keamanan maksimal. Pertandingan dijaga oleh 3.225 personel keamanan, menjadikan acara berlangsung kondusif tanpa insiden berarti.
  • Suporter aktif. Aremania hadir di tribun timur dan selatan, berdampingan dengan Bobotoh, sekaligus menampilkan banner politik bertuliskan “Shut Up KDM” yang memicu perbincangan di media sosial.

Penampilan pemain muda Fitrah Maulana juga menjadi sorotan. Ia menggantikan Teja Paku Alam dan menjalani laga keduanya di musim ini, setelah debutnya melawan Borneo FC yang berujung kemenangan 3-1. Kepercayaan pelatih Persib, Bojan Hodak, terhadap Fitrah semakin menguat meski hasil akhir tetap imbang.

Dari segi klasemen, hasil satu poin ini tetap menempatkan Persib di puncak sementara dengan total 66 poin, selisih tiga poin dari Borneo FC di posisi kedua. Bagi Arema, poin ini menaikkan mereka ke peringkat kesepuluh dengan 39 poin, menambah peluang untuk bertahan di zona aman.

Baca juga:

Jumlah penonton tercatat sebanyak 29.814 orang, hampir mendekati kapasitas penuh stadion, menandakan antusiasme tinggi publik terhadap duel klasik antara Maung Bandung dan Singo Edan. Meski tidak ada gol yang tercipta, kualitas permainan, taktik disiplin, dan atmosfer stadion memberikan nilai hiburan yang tinggi bagi para penonton.

Secara keseluruhan, laga Persib vs Arema ini memperlihatkan betapa kompetitifnya persaingan di puncak Super League. Persib harus kembali mengevaluasi cara memanfaatkan penguasaan bola yang tinggi menjadi peluang gol, sementara Arema dapat bangga atas pertahanan ketat yang berhasil menghentikan mesin serangan tuan rumah. Kedua tim kini menatap pertandingan berikutnya dengan target masing-masing, namun satu hal pasti: persaingan di papan atas semakin memanas menjelang sisa musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *