PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Setelah menunggu berbulan-bulan, biopik tentang sang “King of Pop” akhirnya menggebrak layar lebar pada 24 April 2026. Film Michael, yang disutradarai oleh Antoine Fuqua dan diproduksi bersama Lionsgate, Universal Pictures, serta GK Films, menampilkan Jaafar Jackson—keponakan langsung Michael—sebagai pemeran utama. Penayangan perdana khusus di Los Angeles beralih menjadi sorotan internasional ketika film ini mencatat rekor pembukaan terbesar dalam sejarah biopik musik di Amerika Serikat.
Pencapaian komersial film Michael tampak jelas dalam data box office. Pada hari pertama, film ini berhasil meraup US$39,5 juta dari 3.955 bioskop di seluruh Amerika Utara, melampaui debut film “Oppenheimer” karya Christopher Nolan. Angka ini diproyeksikan naik menjadi US$90–100 juta pada akhir pekan pembuka, menjadikannya kandidat kuat untuk menembus batas US$100 juta. Selain itu, film ini mencatat US$12,6 juta dari penayangan preview pada 23 April, menegaskan antisipasi tinggi dari penonton.
- Opening day: US$39,5 juta
- Preview earnings: US$12,6 juta
- Projected weekend total: US$90–100 juta
- Budget produksi: US$155 juta (termasuk hak musik dan set konser)
Kesuksesan finansial tersebut tidak hanya terbatas di pasar domestik. Di Tiongkok, platform tiket Maoyan dan Taopiaopiao memberikan nilai rating masing-masing 9,6 dan 9,5 dari 10, menjadikannya film asing dengan skor tertinggi tahun ini. Secara global, ekspektasi pendapatan diperkirakan akan melampaui US$200 juta, mengingat daya tarik universal musik Michael Jackson.
Dari segi kritik, responsnya terbelah. Rotten Tomatoes mencatat skor penonton 97 persen, menunjukkan apresiasi kuat dari penggemar. Namun, kritik profesional memberi nilai rendah, hanya 38 persen, menuding film ini terlalu “vanilla” dan menghindari bahasan kontroversial. Leonard Greene dalam kolom opini Daily News menyoroti keputusan produser untuk menghilangkan adegan terkait tuduhan pelecehan anak dan penggunaan narkoba, menyebutnya langkah protektif keluarga Jackson.
Daftar pemain film Michael juga menjadi sorotan. Jaafar Jackson memerankan Michael dengan penekanan pada gerakan tari dan vokal khas sang legenda. Nia Long berperan sebagai Katherine Jackson, sementara Colman Domingo menjiwai peran Joseph Jackson, ayah yang keras. Pemeran lain mencakup Lil Harrier sebagai Suzanne de Passe, Larenz Tate sebagai Berry Gordy, serta sejumlah aktor yang mengisi peran anak-anak Jackson selama masa awal karier mereka.
Berbagai selebriti dan tokoh musik pun mengungkapkan pendapat mereka di media sosial. Questlove, drummer The Roots, mengakui awalnya skeptis, namun kemudian terkesan dengan upaya film mengungkap sisi manusiawi Michael. Usher memuji arahan Fuqua dan visi produser Graham King, menilai film berhasil menyampaikan kedalaman spiritual sang artis. Sementara itu, Holly Robinson Peete menilai penampilan Jaafar sebagai “kesempurnaan” dan memuji Colman Domingo atas penggambaran energi selatan Joe Jackson.
Di balik pujian tersebut, muncul pertanyaan tentang kelanjutan saga film Michael. Sebuah artikel di MSN mengangkat spekulasi mengenai kemungkinan sequel, meski belum ada konfirmasi resmi. Jika produksi melanjutkan, kemungkinan fokusnya akan beralih ke fase akhir kehidupan Michael, termasuk persiapan turnya pada 2009.
Secara tematik, film Michael menelusuri perjalanan sang ikon dari masa kecil bersama Jackson 5, tekanan ayah, transisi ke karier solo, hingga pencapaian global lewat album “Thriller”. Narasi dikemas dalam durasi 127 menit, menggabungkan adegan konser megah dengan momen pribadi yang intim. Pendekatan visual yang epik berusaha menyajikan keseimbangan antara kilau panggung dan beban psikologis yang dialami sang bintang.
Kesimpulannya, film Michael berhasil mengukir catatan sejarah box office dan menghidupkan kembali musik serta tari sang legenda bagi generasi baru. Walaupun kritik menilai film kurang menyentuh sisi kelam dalam biografinya, respon penonton menunjukkan keinginan kuat untuk merayakan warisan budaya pop Michael Jackson. Keberhasilan komersial ini membuka peluang bagi produksi lanjutan, sekaligus menegaskan bahwa kisah sang “King of Pop” masih memiliki magnetisme yang tak lekang oleh waktu.
