Produksi Migas PHI Lampaui Target, Capai Rekor Baru di Kuartal I 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatatkan kinerja produksi yang melampaui target pada kuartal pertama tahun 2026. Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menyampaikan bahwa realisasi produksi minyak mencapai 60.300 barel per hari, jauh di atas target 49.400 bph, atau setara dengan 122 persen. Pada sisi gas, produksi tercatat 606.000 MSCFD dibandingkan target 583.000 MSCFD, menyentuh 104 persen dari yang direncanakan.

Angka-angka tersebut mencerminkan tren positif yang konsisten dengan upaya perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kontribusi utama berasal dari anak perusahaan PHI yang beroperasi di Kalimantan, antara lain PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. PHM, yang mengelola Blok Mahakam, menjadi penopang utama produksi minyak, sementara proyek‑proyek baru seperti pengembangan Lapangan Migas Manpatu di lepas pantai Balikpapan turut menambah volume produksi.

Baca juga:

Berikut rangkuman data produksi selama Januari hingga Maret 2026:

Produk Realisasi Target Persentase
Minyak (bph) 60.300 49.400 122%
Gas (MSCFD) 606.000 583.000 104%

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi eksplorasi dan pengembangan yang terintegrasi. PHI terus meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi proses, pemeliharaan prediktif, dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada zona operasi 8, 9, dan 10 di Kalimantan. Selain itu, perusahaan menegaskan komitmen pada program sosial‑ekonomi, termasuk peluncuran beasiswa dan program Wasteco untuk kemandirian energi desa.

Acara media gathering yang diberi nama “Bincang Asik Soal Migas Ala PHI” (BASO IGA PHI) pada 23 April 2026 menjadi ajang untuk menyampaikan capaian tersebut kepada wartawan. Lebih dari 40 jurnalis dari berbagai media nasional hadir, memperkuat hubungan sinergis antara perusahaan dan publik. Dalam kesempatan itu, Handri Ramdhani menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara PHI, media, dan masyarakat untuk menjaga dukungan publik terhadap operasi hulu migas yang strategis.

Baca juga:

Selain laporan produksi, PHI juga mengumumkan kembali program “Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan 2026” (APEKA 2026). Kompetisi jurnalistik ini membuka ruang partisipasi bagi wartawan dalam menghasilkan karya berkualitas yang menyoroti peran PHI dalam ketahanan energi nasional. Tema tahun ini, “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa”, menekankan kontribusi daerah terhadap strategi energi negara.

Secara historis, produksi PHI pada tahun 2025 sudah menunjukkan peningkatan, dengan minyak 58.000 bph (104% dari target) dan gas 630.000 MSCFD (100% dari target). Peningkatan signifikan pada 2026 menunjukkan efektivitas langkah‑langkah strategis yang diambil, termasuk investasi pada fasilitas topside anjungan lepas pantai dan program pelatihan SDM untuk meningkatkan kompetensi teknis di lapangan.

Keberhasilan produksi ini memberikan dampak positif bagi pasar energi domestik. Dengan suplai minyak dan gas yang lebih tinggi dari perkiraan, tekanan pada harga dalam negeri dapat teredam, mendukung stabilitas ekonomi makro. Pemerintah menilai capaian PHI sebagai bagian penting dalam agenda swasembada energi yang menjadi prioritas nasional.

Baca juga:

Ke depan, PHI berencana memperluas eksplorasi ke blok‑blok baru di wilayah perbatasan Indonesia‑Malaysia serta meningkatkan kapasitas pengolahan gas untuk mendukung program gas domestik. Upaya ini diharapkan dapat menambah nilai tambah bagi perekonomian regional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di sektor energi Asia Tenggara.

Dengan hasil produksi yang melampaui target, PHI menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi motor penggerak ketahanan energi nasional, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan demi keberlanjutan industri migas Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *