PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Quarterback Vanderbilt, Diego Pavia, resmi mengakhiri penantian panjang setelah tidak terpilih dalam NFL Draft 2026. Pada 27 April 2026, laporan ESPN mengonfirmasi bahwa Baltimore Ravens telah mengundang pemain berusia 24 tahun ini ke rookie minicamp, memberi harapan baru bagi pemain yang selama ini dianggap terlalu kecil untuk standar liga.
Pavia menutup karier kuliahnya dengan statistik mengesankan: 3.539 yard passing, 29 passing touchdown, serta 862 yard rushing dan 10 rushing touchdown. Performa tersebut membantu Commodores mencatatkan rekor 10 kemenangan dalam satu musim, satu langkah lagi untuk mencapai College Football Playoff, namun sayangnya mereka terhenti di batas akhir.
Meski prestasinya menonjol, beberapa faktor menjadi penghalang utama dalam proses draft. Tinggi badan 5'10" (sekitar 178 cm) dan berat 207 pon (94 kg) membuat banyak tim menilai Pavia kurang ideal untuk menghadapi pertahanan NFL yang semakin fisik. Selain ukuran, usia 24 tahun menempatkannya di ujung spektrum usia prospek, mengingat mayoritas QB yang dipilih berada di rentang 21‑23 tahun.
Para analis juga menyoroti kelemahan dalam membaca pertahanan pasca-snap. Dibandingkan dengan quarterback lain, Pavia masih dianggap belum sepenuhnya menguasai penyesuaian cepat pada formasi lawan. Sebuah laporan Bleacher Report menambahkan bahwa meski memiliki mobilitas dan arm talent yang baik, ia masih harus meningkatkan kemampuan decision‑making di bawah tekanan.
- 3.539 passing yards
- 29 passing touchdowns
- 862 rushing yards
- 10 rushing touchdowns
- Rekor 10 kemenangan tim
Perbandingan dengan mantan Heisman Trophy winner Johnny Manziel sering muncul dalam diskusi media. Pavia bahkan sempat berkonsultasi langsung dengan Manziel, mencari saran tentang transisi ke NFL. Namun, perbedaan era dan evolusi taktik ofensif membuat perbandingan tersebut bersifat sementara.
Undrafted tidak selalu berarti akhir karier. Sejumlah pemain bebas (UFA) berhasil menembus tim utama melalui minicamp, preseason, dan tim latihan. Dalam kasus Pavia, kesempatan di Baltimore Ravens menjadi platform penting. Kedalaman posisi quarterback Ravens saat ini didominasi oleh dua‑time MVP Lamar Jackson serta Tyler Huntley, menambah tantangan bagi pemain baru untuk mendapatkan ruang di roster.
Jika Pavia dapat menunjukkan kemampuan adaptasi, kecepatan keputusan, serta memanfaatkan mobilitasnya, ia berpotensi menjadi opsi cadangan yang berharga. Peluang utama terletak pada penampilan di minicamp, di mana ia harus bersaing dengan pemain veteran dan rookie lain yang juga berambisi mengamankan tempat di tim.
Keputusan akhir tetap berada di tangan staf pelatih Ravens. Namun, keberanian Pavia untuk tetap berjuang setelah kegagalan draft menegaskan tekadnya, sekaligus menyoroti realitas keras yang dihadapi pemain quarterback berukuran “kecil”. Bagi penggemar sepak bola Amerika, perjalanan Pavia menjadi contoh bahwa ukuran bukan satu‑satunya penentu, melainkan kerja keras dan kesempatan yang tepat.
Seiring musim reguler NFL mendekat, mata para analis dan penggemar akan terus memantau perkembangan Pavia di minicamp. Jika ia berhasil bertahan, cerita ini dapat menjadi inspirasi bagi pemain lain yang berada di posisi serupa, membuktikan bahwa pintu NFL tetap terbuka bagi mereka yang tidak menyerah.
