Mario Aji dan Veda Ega Pratama Berbagi Posisi 17 di Starting Grid Moto2 Spanyol 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Jerez, Spanyol – Pada Sabtu (25/4/2026) sesi kualifikasi GP Spanyol 2026 menyajikan drama menarik bagi dua pembalap Indonesia. Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Aji di kelas Moto2 keduanya terpaksa memulai balapan utama dari barisan ke-17, menandai tantangan berat bagi Honda Team Asia di lintasan legendaris Circuito de Jerez-Angel Nieto.

Di Moto3, Veda mencatatkan waktu terbaik 1:46,103 pada sesi Q1, namun tetap kalah tipis dari Ruche Moodley (1:45,913). Memasuki Q2, ia sempat menempati puncak sementara dengan 1:45,738 sebelum akhirnya melorot hingga berakhir di posisi 17. Pole position di kelas ini direbut oleh Maximo Quiles dengan catatan 1:44,070.

Baca juga:

Sementara itu, di Moto2, Mario Aji berhasil melaju ke sesi Q2 berkat penampilan konsisten pada sesi latihan bebas dan practice. Pada awal Q2 ia menorehkan 1:40,386, kemudian memperbaiki waktunya menjadi 1:40,205. Meskipun peningkatan tersebut menempatkannya di posisi 17, jarak satu detik 104 milidetik memisahkannya dari pole position yang diraih oleh Collin Veijer (1:39,101).

  • Mario Aji – 1:40,205 (Posisi 17)
  • Collin Veijer – 1:39,101 (Pole)
  • Veda Ega Pratama – 1:45,738 (Posisi tertinggi Q2, akhirnya 17)
  • Maximo Quiles – 1:44,070 (Pole Moto3)

Balapan utama dijadwalkan pada Minggu, 26 April 2026, dengan tiga kelas (MotoGP, Moto2, Moto3) berkompetisi pada hari yang sama. Kedua pembalap Indonesia diharapkan memanfaatkan insiden di lintasan untuk merangkak naik posisi, meskipun starting grid yang jauh dari depan menuntut strategi cerdas dan agresifitas yang terukur.

Baca juga:

Di jalur utama Moto2, Mario Aji memulai dengan tenang. Ia berhasil memanfaatkan beberapa jatuhnya pembalap lain, termasuk Aron Canet, Barry Baltus, dan Alonso Lopez, untuk naik hingga posisi 12 menjelang fase penutup. Namun, empat putaran sebelum garis finis, Aji mengalami kecelakaan di sektor empat yang memaksa ia mengakhiri balapan lebih awal. Kejadian tersebut menambah catatan pahit bagi pembalap Indonesia di GP Spanyol, meski semangat juang tetap terlihat.

Di Moto3, Veda tetap bertarung hingga akhir balapan. Meskipun tidak mampu masuk poin teratas, ia berhasil menembus enam besar dunia pada balapan berikutnya, menunjukkan bahwa pengalaman di Jerez menjadi batu loncatan bagi karier internasionalnya.

Baca juga:

Tim Honda Asia menilai kedua pembalap telah menunjukkan ketangguhan mental dan teknis. Pelatih tim menyatakan bahwa start dari posisi 17 bukanlah kegagalan, melainkan kesempatan belajar untuk meningkatkan konsistensi dalam sesi kualifikasi serta mengasah kemampuan overtaking di lintasan berkarakter tinggi.

Dengan agenda MotoGP, Moto2, dan Moto3 yang berlanjut selama minggu depan, harapan besar tetap menyertai Veda dan Mario untuk mengubah nasib di sirkuit berikutnya. Keberhasilan mereka akan menjadi inspirasi bagi generasi pembalap muda Indonesia yang semakin menatap panggung dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *