Drama Menit Akhir: PSS vs Persiba Berakhir Imbang 1-1, VAR Kosong Picu Polemik

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Stadion Batakan, Balikpapan menjadi saksi pertarungan sengit antara PSS Sleman dan Persiba Balikpapan pada Minggu, 26 April 2026. Laga pekan ke-26 Pegadaian Championship Liga 2 berakhir dengan skor imbang 1-1, namun bukan hanya hasil akhir yang menjadi sorotan. Gol penentu pada menit akhir serta insiden ruang VAR yang tampak kosong memicu perdebatan luas di kalangan pelaku sepak bola dan publik.

PSS Sleman sempat memimpin lebih dulu berkat gol Gustavo Tocantins pada menit ke-73. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan kekacauan di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang berhasil menembus gawang Persiba. Gol tersebut memberi harapan bagi Laskar Super Elang Jawa untuk mengamankan tiga poin penting dalam laga tandang.

Baca juga:

Namun, konsentrasi PSS menurun di menit-menit akhir. Persiba Balikpapan menanggapi dengan serangan cepat yang dipimpin Arsa Ramadan Ahmad. Pada menit ke-89, Arsa berhasil menembus pertahanan PSS dan mencetak gol penyeimbang, membuat skor akhir 1-1. Penyelamatan kiper PSS, Ega Rizky, pada menit ke-29 juga menjadi sorotan karena ia berhasil menahan tembakan berbahaya dari Takumu Nishihara.

Usai pertandingan, Ega Rizky mengakui hasil imbang tetap patut disyukuri karena tim berhasil meraih poin di laga tandang yang menantang. Namun, ia menekankan pentingnya bangkit kembali bagi Super Elang Jawa yang kini bersaing ketat di puncak klasemen bersama Persipura.

  • 73′: Gustavo Tocantins (PSS) – gol pembuka.
  • 89′: Arsa Ramadan Ahmad (Persiba) – gol penyama.
  • 90’+: Ega Rizky mengungkapkan harapan tim tetap positif.

Poin tambahan muncul dari kontroversi teknologi VAR. Pada menit ke-50, wasit utama Naufal Adya Fairuski memanggil VAR untuk meninjau pelanggaran Rical Vieri terhadap Frederic Injai di dekat kotak penalti. Siaran langsung memperlihatkan ruang VAR tampak kosong, tanpa petugas di dalamnya. Insiden ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai keabsahan keputusan yang diambil selanjutnya.

Setelah peninjauan, keputusan wasit berubah: kartu kuning untuk Rical Vieri dibatalkan dan diganti menjadi kartu merah langsung. Persoalan ruang VAR kosong kemudian direspon oleh I.League. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memberikan klarifikasi bahwa sistem VAR berfungsi normal dan tidak ada gangguan teknis. Menurutnya, tampilan kosong hanyalah masalah pada siaran televisi, bukan pada operasional VAR di lapangan.

Baca juga:

Ferry Paulus menegaskan bahwa seluruh perangkat VAR berada pada posisi masing-masing selama pertandingan. Ia menambahkan bahwa keputusan akhir tetap sesuai prosedur standar, meski penonton melihat ruang kosong pada layar.

Kejadian ini menambah beban mental bagi kedua tim. Persiba Balikpapan, yang berjuang menghindari zona degradasi, kini mengamankan satu poin tambahan namun masih berada di urutan kesembilan dengan 19 angka. Mereka dipastikan harus menjalani playoff degradasi melawan Persekat Tegal. Sementara PSS Sleman, yang sebelumnya memuncaki klasemen, kini harus menunggu hasil laga terakhir untuk memastikan tiket promosi ke Super League atau berhadapan dengan playoff promosi.

Secara statistik, kedua tim kini memiliki 53 poin masing‑masing setelah 26 pertandingan. Persaingan ketat di puncak klasemen menambah tekanan pada setiap laga mendatang. Analisis taktik menunjukkan PSS mengandalkan serangan balik cepat, sementara Persiba lebih banyak mengandalkan tekanan di lini tengah, meski belum mampu menghasilkan peluang berkualitas.

Insiden VAR kosong juga memicu diskusi tentang transparansi siaran dan kebutuhan peningkatan infrastruktur teknis di Liga 2. Pengamat sepak bola menilai bahwa kejadian semacam ini dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap penggunaan teknologi dalam pertandingan, terutama bila penampilan visual tidak konsisten.

Baca juga:

Ke depan, I.League dijanjikan akan melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur siaran serta memastikan semua ruangan VAR terisi oleh petugas yang kompeten. Sementara itu, pelatih PSS Sleman berjanji akan memperbaiki konsentrasi tim di menit-menit krusial, agar tidak lagi memberikan peluang bagi lawan di akhir laga.

Dengan hasil imbang ini, persaingan di grup 2 semakin terbuka. Kedua tim harus memaksimalkan poin di sisa satu pekan pertandingan yang tersisa. Bagi para pendukung, drama menit akhir serta kontroversi VAR menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, menegaskan betapa sepak bola Indonesia terus menarik perhatian publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *