PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Manchester City kembali mengukir sejarah dengan mengamankan tempat di final Piala FA setelah mengalahkan Southampton 2-1 di Stadion Wembley pada Minggu (27 April 2026). Kemenangan yang diraih melalui gol Jeremy Doku dan Nico Gonzalez ini sekaligus menegaskan ambisi klub asuhan Pep Guardiola untuk menyelesaikan treble domestik, meski skuad kini dilanda krisis cedera yang mengancam performa pada laga krusial selanjutnya.
Semifinal melawan Southampton tidak berjalan mulus. Tim asuhan Pep Guardiola sempat tertinggal lebih dulu lewat gol indah Finn Azaz. Namun, keberanian Doku yang memanfaatkan ruang di sayap kanan serta penyelesaian tajam Nico Gonzalez berhasil membalikkan keadaan, memastikan City melaju ke final dengan skor tipis. Meskipun demikian, sorotan utama beralih ke deretan pemain kunci yang masih berada di bangku cadangan karena masalah kebugaran.
Masalah paling menonjol datang dari gelandang tengah asal Spanyol, Rodri. Pemain berusia 27 tahun ini masih belum pulih setelah mengalami cedera pangkal paha saat pertandingan melawan Arsenal pada bulan April lalu. Kondisinya belum memungkinkan untuk kembali ke lapangan, bahkan ia absen dalam kemenangan melawan Burnley dan tidak termasuk dalam skuad semifinal. Guardiola mengakui bahwa pemulihan Rodri masih dalam tahap evaluasi harian dan belum ada perkiraan pasti kapan ia bisa kembali beraksi.
Selain Rodri, bek asal Portugal, Ruben Dias, juga masih menepi akibat cedera pergelangan kaki yang diderita sejak awal April. Meski sempat dikabarkan hampir pulih, ia belum dimasukkan dalam daftar pemain yang tersedia untuk semifinal. Sementara itu, lini belakang City dipertahankan oleh duet Marc Guehi dan Abdukodir Khusanov yang tampil solid, serta kehadiran kembali John Stones dan Nathan Ake yang menambah opsi pertahanan.
Di lini pertahanan tengah, bek muda asal Kroasia, Josko Gvardiol, menghadapi masalah yang lebih serius. Gvardiol mengalami patah tulang tibia pada awal tahun dan diperkirakan akan absen hingga akhir musim. Cedera tersebut tidak hanya menurunkan kekuatan City di lini belakang, tetapi juga mengurangi pilihan pemain untuk persiapan Piala Dunia yang akan datang.
Masalah cedera tidak hanya terbatas pada pemain inti. Matheus Nunes, gelandang Portugal, sempat terjatuh tanpa kontak pada babak pertama semifinal dan meski melanjutkan pertandingan, situasinya tetap dipantau ketat. Pemulihan pemain-pemain tersebut menjadi prioritas utama bagi staf medis Guardiola, yang harus menyeimbangkan antara kebutuhan untuk tetap bersaing di tiga kompetisi sekaligus menjaga kesehatan pemain.
Di sisi lain, lawan mereka di final, Chelsea, juga berhasil menembus laga penentu setelah mengalahkan Leeds United dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Enzo Fernandez. Kemenangan sempit ini menambah antisipasi bagi pertandingan yang diprediksi akan menjadi duel taktik antara Guardiola dan pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane. Kedua tim diperkirakan akan menurunkan formasi ofensif, namun masalah kebugaran City dapat menjadi faktor penentu.
Jika dilihat dari statistik, City mencatat 29 kemenangan, 5 seri, dan 4 kekalahan dalam semua kompetisi musim ini. Namun, tingkat cedera kini mencapai 28% dari total skuad, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menambah beban pada pemain yang masih fit, yang harus menanggung beban menit bermain yang lebih tinggi. Pada pertandingan semifinal, pemain seperti Kevin De Bruyne dan Phil Foden tampil penuh, namun kedalaman skuad menjadi pertanyaan penting menjelang final.
- Rodri – cedera pangkal paha, diperkirakan kembali setelah musim berakhir.
- Ruben Dias – cedera pergelangan kaki, belum tersedia untuk final.
- Josko Gvardiol – patah tibia, absen hingga sisa musim.
- Matheus Nunes – cedera ringan, dalam proses pemulihan.
- John Stones & Nathan Ake – kembali ke skuad setelah masa rehabilitasi.
Dengan demikian, Manchester City final FA Cup kini tidak hanya menjadi ajang untuk menambah koleksi trofi, tetapi juga ujian ketahanan mental dan taktis bagi Guardiola. Jika City dapat menyesuaikan taktiknya dengan pemain yang tersedia, peluang untuk meraih treble tetap terbuka lebar. Namun, jika cedera terus menggerogoti kedalaman skuad, Chelsea yang sedang dalam performa stabil dapat memanfaatkan celah tersebut. Pertandingan akhir pekan ini di Wembley diprediksi akan menjadi salah satu final paling menegangkan dalam sejarah kompetisi, dengan sorotan tajam pada kemampuan City mengatasi krisis cedera dan tetap mempertahankan dominasi domestik.
