PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Timnas Indonesia U-17 kembali memusatkan perhatian publik menjelang Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar di Arab Saudi dari 5 hingga 22 Mei. Di bawah asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, skuad Garuda Muda ditempatkan di Grup B yang diberi julukan “Grup Gila” karena berisi tiga kekuatan regional: Jepang, China, dan Qatar.
Jadwal resmi mengungkap bahwa tim asuhannya, yang dipimpin di lapangan oleh kapten Matthew Baker, akan membuka perjuangan pada 5 Mei melawan perwakilan China. Pertandingan ini diprediksi sengit mengingat China pernah dua kali menjuarai turnamen bergengsi tersebut. Selanjutnya, Indonesia akan menjajal Jepang pada 8 Mei, dan menutup fase grup melawan Qatar pada 11 Mei.
Persiapan tim tak lepas dari evaluasi kinerja pada Piala AFF U-17 2026 yang baru saja berakhir. Meski memulai kompetisi dengan kemenangan telak 4-0 atas Timor Leste, Garuda Muda kemudian mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Malaysia dan berakhir imbang tanpa gol melawan Vietnam. Analisis pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menyoroti masalah utama tim: dominasi penguasaan bola yang tidak diikuti kemampuan finishing di zona akhir. “Kita bermain ball possession tanpa kemampuan untuk finishing di final third,” ujarnya dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Nusantara TV.
Gita menambahkan bahwa lawan pertama, Timor Leste, memang tidak menawarkan tantangan teknis tinggi, sehingga gol ganda yang dicetak oleh bek Putu Ekayana lebih mencerminkan perbedaan kualitas. Namun, ketika berhadapan dengan Malaysia yang menampilkan pertahanan disiplin, Garuda Muda gagal memanfaatkan peluang meski menguasai bola lebih dari 60 persen. “Dua serangan balik mereka kebobolan satu gol lewat set piece,” ia menilai, mengingat gol Malaysia berasal dari tendangan sudut.
Pertandingan melawan Vietnam menegaskan kembali kelemahan tim dalam mengubah penguasaan menjadi gol. “Kami menguasai jalannya pertandingan, namun tidak dapat mencetak gol. Untuk sebuah tim yang harus menang, kami malah bermain bertahan,” keluh Gita, menegaskan urgensi perbaikan taktik ofensif menjelang turnamen Asia.
Menanggapi tantangan di grup Asia, Kurniawan menegaskan bahwa mentalitas “tidak takut” menjadi landasan utama. Ia menekankan pentingnya konsentrasi tinggi dan kerja keras agar tidak terperangkap menjadi “bulan-bulanan” seperti yang terjadi di AFF. Dalam sesi latihan intensif, pelatih menekankan skema pressing tinggi, transisi cepat, serta latihan penyelesaian akhir (finishing) yang melibatkan seluruh lini pemain.
Selain aspek taktik, persiapan mental juga mendapat sorotan. Gita mengingat kembali pertemuan dengan mantan pelatih Timnas U-17, Nova Arianto, di Bali. Meskipun Nova enggan membahas detail tim saat ini, ia mengakui bahwa kualitas pemain kini berbeda signifikan dibanding era sebelumnya, khususnya ketika tim berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Berikut rangkaian jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2026:
- 5 Mei 2026: vs China
- 8 Mei 2026: vs Jepang
- 11 Mei 2026: vs Qatar
Target utama Kurniawan adalah memastikan Garuda Muda tidak hanya bertahan, melainkan mampu mencetak gol di setiap pertandingan. Ia menambahkan bahwa rotasi pemain akan dioptimalkan agar semua anggota skuad mendapatkan waktu bermain yang cukup, khususnya pemain muda yang masih dalam fase pengembangan.
Dengan semangat baru dan pelajaran berharga dari kegagalan di AFF, Timnas Indonesia U-17 berharap dapat menulis babak baru di panggung Asia. Jika tim berhasil menembus fase knockout, peluang besar terbuka untuk menembus Piala Dunia U-17 berikutnya, sekaligus mengukir prestasi bersejarah bagi sepak bola Indonesia.
Secara keseluruhan, tantangan grup yang dianggap “gila” bukan lagi menjadi penghalang, melainkan motivasi bagi pemain muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat di kawasan. Keberanian, disiplin, dan peningkatan kualitas akhir pertandingan menjadi kunci utama bagi Timnas Indonesia U-17 dalam mengejar mimpi menembus puncak.
