PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, telah menorehkan jejak penting dalam ajang Moto3 musim 2026. Keberaniannya di lintasan, kecepatan adaptasi, serta prestasi podium pertama bagi Indonesia di Grand Prix menegaskan posisinya sebagai harapan baru bagi penggemar balap motor tanah air.
Sejak menapaki sirkuit pertama di usia lima tahun, berlatih di lapangan pasar sapi lokal, Veda menunjukkan bakat alami yang jarang ditemui. Pada debutnya di Moto3, ia langsung menembus barisan depan dengan menempati posisi kelima pada Grand Prix Buriram. Penampilan tersebut sudah cukup mengesankan bagi pembalap rookie, namun Veda tidak berhenti di situ.
Seri kedua di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Veda melaju hingga menutup podium dengan posisi ketiga. Kemenangan ini menjadi sejarah karena belum ada pembalap Indonesia yang pernah naik podium di kelas Moto3 Grand Prix sebelumnya. Komentator mengangkatnya dengan seruan, “Indonesia, kalian memiliki bintang!”
Selanjutnya, Veda menampilkan konsistensi luar biasa dengan memulai dua balapan berikutnya dari posisi keempat, baik di GP Brasil maupun GP Amerika. Meskipun di Austin ia mengalami high‑side yang mengakibatkan tidak mencetak poin, insiden tersebut tidak mengurangi semangatnya. Di Jerez, Spanyol, Veda memulai balapan dari posisi ke‑17, namun berhasil menyalip 11 lawan dan finis di posisi keenam. Perjuangan itu menegaskan karakter pantang menyerah dan kemampuan overtaking yang tajam.
Dengan total 37 poin dan menduduki peringkat keenam klasemen sementara, Veda kini menjadi kandidat kuat untuk penghargaan Rookie of the Year 2026. Kecepatan adaptasinya terhadap motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia jauh melampaui kebanyakan rookie lain, sehingga tim‑tim elite Eropa mulai memperhatikannya.
Berikut ringkasan hasil balapan Veda hingga saat ini:
- GP Buriram (debut): Posisi 5
- GP Brasil – Autodromo Internacional Ayrton Senna: Posisi 3 (podium)
- GP Amerika – Austin: DNF (high‑side)
- GP Jerez, Spanyol: Posisi 6 (start 17)
Musim Moto3 2026 masih panjang, dengan sirkuit klasik Eropa seperti Le Mans dan Mugello menanti. Jika Veda dapat mempertahankan konsistensi meraih poin, peluangnya untuk menembus papan atas klasemen dan bahkan merebut gelar juara semakin terbuka lebar. Keberadaan Veda juga memberi dampak positif pada industri balap motor Indonesia, meningkatkan minat penonton, sponsor, serta menginspirasi generasi muda untuk meniti karier di dunia balap.
Media sosial dan media massa kini dipenuhi sorotan terhadap remaja berusia 17 tahun ini. Tidak hanya sebagai pembalap, Veda menjadi simbol kebanggaan nasional, menghubungkan generasi lama yang mengidolakan Valentino Rossi dengan generasi baru yang menantikan aksi serupa di kelas Moto3.
Kesimpulannya, Veda Ega Pratama bukan sekadar pembalap pemula yang mengisi grid. Ia telah menunjukkan kualitas yang membuatnya layak diperhitungkan oleh tim‑tim top, sekaligus menghidupkan kembali gairah menonton MotoGP di Indonesia melalui kelas terendah namun paling kompetitif, Moto3.
