Prabowo Setujui Dana Banpres: Flyover Bekasi Siap Dibangun dalam Waktu Singkat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa (28/4/2026) memberikan persetujuan resmi untuk pembangunan flyover di kota Bekasi, Jawa Barat, dengan mengalokasikan dana Bantuan Presiden (Banpres) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keputusan ini diambil menyusul kecelakaan fatal yang terjadi pada Senin (27/4/2026) di Stasiun Bekasi Timur, di mana kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta komuter (KRL) Commuter Line, menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya.

Setelah menjenguk para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Prabowo menyampaikan bahwa wilayah Bekasi merupakan daerah padat penduduk dengan kebutuhan transportasi kereta api yang sangat mendesak. “Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan pembangunan flyover karena Bekasi padat dan keperluan kereta api sangat penting, sangat mendesak,” ujarnya dalam konferensi pers.

Baca juga:

Presiden menegaskan bahwa ia telah menyetujui segera pembangunan flyover tersebut melalui bantuan Presiden, sekaligus mengingatkan bahwa masih terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang belum dilindungi secara memadai. “Kita harus selesaikan semua itu, karena sudah berpuluh‑puluh tahun tidak ada penanganan yang memadai,” kata Prabowo.

Selain pernyataan Presiden, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menegaskan bahwa alokasi dana untuk flyover telah masuk dalam rencana fiskal provinsi. Dalam kunjungan ke rumah duka korban, Dedi menjelaskan bahwa walaupun kemampuan fiskal terbatas, pemerintah provinsi tetap berkomitmen untuk melaksanakan proyek secara bertahap. “Daerah itu memang padat, dan dalam rencana pembangunan Jawa Barat sudah teralokasikan dana untuk flyover,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa total anggaran yang diperkirakan diperlukan mencapai hampir Rp4 triliun. Dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan flyover, pos penjagaan, serta perbaikan infrastruktur lain yang berkaitan dengan keselamatan perlintasan kereta api. “Anggaran selalu bersumber dari APBN, sehingga proyek ini memiliki kepastian pembiayaan,” jelas Hartarto.

Baca juga:

Berikut rangkuman alokasi dana dan tahapan pelaksanaan:

  • Anggaran total: Rp3,9‑4 triliun.
  • Sumber dana: Banpres dari APBN.
  • Prioritas pertama: Flyover di Bekasi Timur, titik rawan yang baru saja terjadi kecelakaan.
  • Prioritas lanjutan: Pembangunan pos penjagaan di 1.800 titik perlintasan kereta api di Jawa.
  • Waktu pelaksanaan: Diharapkan selesai dalam 18‑24 bulan, dengan fase pertama selesai dalam 12 bulan.

Analisis para ahli transportasi menunjukkan bahwa flyover dapat menurunkan risiko tabrakan di perlintasan sebidang hingga 70 persen, terutama di wilayah dengan intensitas kereta tinggi. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas kendaraan bermotor yang selama ini terhambat oleh penyeberangan kereta api.

Penanganan pasca‑kecelakaan juga mencakup investigasi menyeluruh yang dipimpin oleh Badan Pengawas Transportasi (BPT). Prabowo menegaskan bahwa hasil investigasi akan menjadi dasar kebijakan lanjutan, termasuk penetapan standar keamanan baru untuk semua perlintasan kereta di Indonesia.

Baca juga:

Dengan persetujuan dana Banpres dan komitmen kuat dari pemerintah pusat serta daerah, proyek flyover Bekasi diharapkan menjadi contoh konkret upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur transportasi sekaligus meningkatkan keselamatan publik. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi rencana serupa di daerah lain yang memiliki masalah perlintasan kereta api serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *