PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengirimkan peringatan tegas kepada warga Amerika Serikat lewat unggahan di platform X, menyatakan bahwa harga bensin yang saat ini masih dapat dinikmati akan menjadi kenangan manis bila kebijakan blokade yang diumumkan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mulai berjalan. Qalibaf menyoroti bahwa harga bahan bakar di sekitar Gedung Putih telah mencatat kisaran antara 4,10 dolar AS hingga 5,80 dolar AS per galon, setara dengan Rp70 ribu hingga Rp99 ribu per galon.
Unggahan tersebut muncul setelah pertemuan diplomatik di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu berakhir tanpa tercapai kesepakatan. Negosiasi yang dimediasi Pakistan antara delegasi Iran dan Amerika Serikat gagal mengatasi perbedaan utama mengenai penghentian blokade maritim ke pelabuhan Iran. Kedua pihak menyatakan akan melanjutkan dialog, namun ketegangan tetap tinggi dan risiko eskalasi semakin nyata.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 12 April 2026 sebelumnya menyatakan kepada Fox News bahwa harga minyak dan bensin kemungkinan tetap tinggi hingga pemilihan paruh waktu November 2026. Trump menambahkan bahwa situasi ini merupakan konsekuensi langsung dari keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik yang melibatkan Israel dan Iran. Pernyataan ini memperkuat narasi Qalibaf bahwa kebijakan blokade akan menambah beban biaya hidup warga Amerika.
Blokade yang diumumkan CENTCOM mencakup penutupan semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin, 13 April 2026. Langkah tersebut dipandang sebagai respons atas kegagalan diplomatik di Islamabad dan sebagai upaya menekan Tehran untuk menghentikan dukungan militer terhadap kelompok-kelompok yang beroperasi di kawasan Teluk. Analisis pasar energi global memperkirakan bahwa gangguan pasokan minyak dari Iran dapat memicu lonjakan harga minyak mentah internasional, yang pada gilirannya akan memengaruhi harga bahan bakar di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.
Data harga bensin yang dibagikan Qalibaf menunjukkan bahwa meski saat ini harga per galon berada di kisaran 4,10‑5,80 dolar, proyeksi kenaikan dapat melampaui angka psikologis 5 dolar per liter jika blokade berlanjut. Di pasar domestik AS, harga bensin per liter pada hari Senin tercatat sekitar Rp24.550, namun fluktuasi nilai tukar dan tekanan suplai dapat mendorong angka tersebut naik signifikan dalam hitungan minggu mendatang.
Para pakar ekonomi energi menilai bahwa dampak blokade tidak hanya terbatas pada harga bensin, melainkan juga pada inflasi secara keseluruhan. Kenaikan biaya transportasi akan menambah beban pada sektor logistik, produksi barang, dan layanan publik. Hal ini berpotensi memperburuk tekanan inflasi yang sudah dirasakan oleh konsumen Amerika, terutama menjelang pemilihan paruh waktu yang sensitif secara politik.
Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak takut akan konsekuensi ekonomi yang mungkin timbul. Qalibaf menambahkan bahwa Iran siap menghadapi tekanan Barat dan akan terus melindungi kepentingan nasionalnya. Ia menutup pernyataannya dengan mengajak warga Amerika untuk “menikmati harga bensin saat ini” sebelum mereka harus menghadapi realitas baru yang lebih mahal.
Kesimpulannya, peringatan Qalibaf mencerminkan ketegangan geopolitik yang semakin intens antara Tehran dan Washington. Blokade maritim yang baru diumumkan berpotensi menimbulkan lonjakan harga bensin di Amerika Serikat, menjadikan kisaran 4‑5 dolar per liter sebuah nostalgia yang cepat berlalu. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan kedua negara serta pemantauan ketat dari pasar energi global.
