PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Komedian sekaligus penyanyi Boiyen (Yeni Rahmawati) mengungkap secara terbuka alasan di balik putusnya pernikahan singkatnya dengan Rully Anggi Akbar, yang secara resmi berakhir pada Januari 2026, hanya dua bulan setelah pernikahan pada 15 November 2025. Dalam sebuah wawancara eksklusif di C8 Podcast, Boiyen menuturkan bahwa keputusan bercerai bukan semata-mata karena perbedaan karakter, melainkan karena terbongkarnya kasus penipuan yang melibatkan mantan suaminya.
Awalnya, Boiyen mengaku pernah mempercayai bahwa tabiat Rully yang selama masa pacaran sering menimbulkan masalah dapat berubah setelah mereka melangsungkan pernikahan. “Saya sempat berpikir, kalau sudah nikah, dia akan lebih dewasa dan bersikap lebih baik,” ujarnya. Harapan tersebut sempat menguatkan dirinya untuk melanjutkan rencana pernikahan, meski ada peringatan sebelumnya dari sahabat dekatnya, Anwar BAB, yang menyatakan bahwa “orang jatuh cinta itu bego” bila mengabaikan tanda‑tanda peringatan.
Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Boiyen mengaku bahwa setelah pernikahan, Rully kembali menampilkan perilaku yang sama, bahkan menambah masalah baru. Salah satu titik kritis yang diungkapkan adalah tindakan penipuan finansial yang dilakukan Rully terhadap Boiyen. “Ada uang yang saya percayakan kepada dia, dan kemudian dia menghilang dengan dana tersebut. Itu yang menjadi pemicu utama keputusan saya untuk mengajukan gugatan cerai,” jelasnya.
Selain penipuan, Boiyen menyoroti masalah komunikasi yang hampir tidak ada. Ia menyebutkan bahwa setiap upaya untuk berdiskusi tentang masalah keuangan atau rencana masa depan selalu berujung pada kebuntuan. “Dia tidak ada inisiatif memperbaiki hubungan, malah semakin menutup diri. Saya merasa lelah dan tertekan,” tambah Boiyen.
Pengakuan Boiyen juga menyinggung dinamika hubungan mereka sejak masa pacaran. Menurutnya, Rully sudah menunjukkan perilaku bermasalah sejak awal, namun Boiyen tetap memilih untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan harapan perubahan. “Saya memang terlalu optimis. Saya ingin percaya bahwa orang bisa berubah, tapi realita berkata lain,” katanya.
Reaksi publik pun beragam. Sebagian mengkritik keputusan Boiyen yang dianggap terlalu cepat menceraikan, sementara yang lain memuji keberaniannya mengungkap fakta penipuan dan menegaskan pentingnya kesehatan mental dalam sebuah rumah tangga. Di media sosial, tagar #BoiyenBicaraMenyentuh trending dalam hitungan jam setelah episode podcast tersebut dirilis.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang peran sahabat dalam memberi nasihat sebelum pernikahan. Anwar BAB sebelumnya memang sempat memperingatkan Boiyen tentang tabiat Rully, namun Boiyen mengaku mengabaikan peringatan tersebut. “Saya sadar sekarang, seharusnya saya lebih mendengarkan nasihat teman dekat,” ujar Boiyen dengan nada menyesal namun tetap tegas.
Secara hukum, Boiyen telah mengajukan gugatan cerai dengan dasar penipuan (fraud) dan pelanggaran hak milik pribadi. Proses persidangan diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, dengan kemungkinan Rully harus mengembalikan dana yang telah dipinjam.
Terlepas dari proses hukum, Boiyen menyatakan bahwa ia kini merasa lebih tenang dan kembali menemukan jati dirinya. “Saya kembali menjadi Boiyen yang dulu, lebih bebas dan tidak terbebani. Ini adalah awal baru bagi saya,” tuturnya dalam penutup percakapan.
Kasus perceraian ini menjadi contoh nyata bahwa tidak semua harapan perubahan dapat terwujud, terutama bila terdapat faktor kriminal seperti penipuan. Semoga keputusan Boiyen dapat menjadi pelajaran bagi publik untuk lebih berhati‑hati dalam menilai karakter pasangan, serta pentingnya mendengarkan nasihat orang terdekat sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
