PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Jakarta Selatan, 30 April 2026 – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu (29/4) meninjau pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diadakan di Brigif 1 Marinir, Cilandak. Sebanyak 280 Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang menjalani program intensif selama 1,5 bulan untuk menjadi bagian dari Komcad ASN, sebuah komponen cadangan yang diharapkan menjadi penguat utama bagi TNI.
Dalam kesempatan itu, Menhan menegaskan bahwa tujuan utama pembekalan ini bukan untuk mengubah ASN menjadi militeristik, melainkan menanamkan karakter kebangsaan yang kuat. “ASN harus memiliki mentalitas bela negara yang dilandasi nilai‑nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan peran strategis Kementerian Pertahanan dan lembaga negara lainnya dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Program Latsarmil mencakup rangkaian kegiatan fisik, taktik dasar, serta diskusi tentang etika dan integritas. Berikut beberapa nilai utama yang ditekankan selama pelatihan:
- Nationalisme: Kesadaran akan identitas dan kepentingan bangsa.
- Patriotisme: Kecintaan terhadap tanah air dan kesiapan berkorban.
- Profesionalisme: Etika kerja tinggi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
- Disiplin: Kepatuhan pada aturan serta ketepatan waktu.
- Kekompakan: Semangat kebersamaan antar peserta yang berasal dari berbagai kementerian.
Menhan menambahkan bahwa keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan tersendiri. “Berbagai kementerian dan lembaga yang terwakili mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini penting karena ASN adalah elemen kunci dalam mendukung kinerja masing‑masing institusi,” jelasnya.
Selama tiga hari pertama, Sjafrie menyaksikan perubahan signifikan pada peserta, terutama dalam hal kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Ia menilai peningkatan tersebut sebagai indikator bahwa proses pembekalan berjalan efektif. “Integritas dan tanggung jawab menjadi fondasi utama. Seluruh fasilitas dan pelatihan ini bersumber dari rakyat, sehingga ASN wajib memberikan pengabdian terbaik sebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tegas Menhan.
Program Komcad ASN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pilar strategis negara melalui sinergi antara komponen utama (TNI) dan komponen cadangan yang beranggotakan ASN. Dengan menanamkan nilai‑nilai kebangsaan sejak dini, diharapkan ASN tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang dapat menanggulangi tantangan keamanan dan pembangunan nasional.
Menhan juga menyoroti pentingnya kesinambungan pelatihan setelah masa intensif berakhir. Ia mengharapkan setiap peserta dapat menerapkan disiplin militer dalam tugas sehari‑hari, serta menjadi contoh bagi rekan kerja di lingkungan masing‑masing. “Pengabdian terbaik bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata dalam setiap aksi pelayanan publik,” pungkasnya.
Dengan selesainya fase awal Latsarmil, 280 calon Komcad ASN diproyeksikan akan resmi mengangkat sumpah pada akhir Mei 2026, menandai siapnya mereka berperan sebagai tulang punggung pertahanan negara dalam kondisi darurat maupun damai.
