Achraf Hakimi Ditinggalkan PSG di Semi Final Champions League, Risiko Besar bagi Maroko di Piala Dunia 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) harus mengorbankan salah satu pilar serangannya pada laga semifinal Liga Champions melawan Bayern Munich. Achraf Hakimi, bek kanan berpengalaman yang menjadi starter sejak awal kampanye, terpaksa absen pada leg kedua yang dijadwalkan di Allianz Arena pada 21:00 WIB, Rabu 30 April 2026. Cedera pada paha kanan yang terdeteksi lewat MRI mengharuskan pemain asal Maroko menjalani perawatan intensif selama beberapa minggu ke depan.

Insiden terjadi pada menit-menit akhir leg pertama yang digelar di Parc des Princes, Paris. PSG berhasil meraih kemenangan tipis 5-4 berkat serangan balik cepat dan gol krusial di menit-menit akhir. Namun, ketika mengadu bola dengan Konrad Laimer Bayern, Hakimi terjatuh dan merasakan nyeri hebat di bagian belakang paha kanan. Meskipun tim sudah menghabiskan semua tiga substitusi, ia tetap melanjutkan pertandingan sampai peluit akhir, namun rasa sakit memaksa ia menurunkan diri pada babak tambahan.

Baca juga:

Setelah pertandingan, dokter tim PSG melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil MRI mengungkap adanya lesi pada otot hamstring kanan, yang diprediksi membutuhkan istirahat minimal tiga minggu. Pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa Hakimi “akan absen beberapa pekan ke depan” dan hanya dapat kembali jika PSG melaju ke final pada akhir Mei. Keputusan ini berdampak signifikan pada strategi pertahanan dan serangan PSG, mengingat Hakimi mencatat tiga gol serta sembilan assist selama musim ini.

Selain Hakimi, PSG juga kehilangan kiper muda Lucas Chevalier yang mengalami cedera paha pada sesi latihan. Kedua pemain harus menepi bersamaan, meningkatkan beban pada pemain pengganti seperti Matvei Safonov di gawang dan pemain sayap lain di lini belakang. Pelatih Luis Enrique diperkirakan akan mengandalkan pertahanan kolektif serta kontribusi pemain seperti Marquinhos dan Presnel Kimpembe untuk menutupi kekosongan.

Baca juga:

Absen Hakimi tidak hanya memberi tekanan pada PSG, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi timnas Maroko menjelang Piala Dunia 2026. Tim Maroko dijadwalkan membuka kampanye grup C melawan Brazil pada 13 Juni 2026, hanya 38 hari setelah leg kedua semifinal. Hakimi, yang menjadi andalan lini belakang serta penyerang cepat pada skuad Maroko, harus berjuang mengembalikan kebugaran sebelum turnamen besar. Pelatih Maroko, Vahid Halilhodžić, menyatakan bahwa ia optimis Hakimi dapat kembali fit, namun kehilangan ritme pertandingan menjadi risiko utama.

Berikut rangkuman dampak cedera Hakimi:

Baca juga:
  • Kehilangan kreativitas serangan: Hakimi memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, seringkali menjadi sumber umpan silang berbahaya.
  • Pengurangan kecepatan transisi: Tanpa kecepatan Hakimi, PSG harus menyesuaikan taktik transisi cepat ke tengah lapangan.
  • Implikasi pada Maroko: Cedera dapat mengganggu persiapan fisik dan taktik timnas menjelang Piala Dunia, terutama menghadapi tim kuat seperti Brazil.

Meski menghadapi tantangan, PSG tetap menjadi favorit kuat untuk melaju ke final berkat kualitas skuad secara keseluruhan. Bayern Munich, yang juga mengalami cedera pada beberapa pemain kunci, akan berusaha memanfaatkan ketidakhadiran Hakimi. Pertandingan di Munich dijadwalkan menjadi pertarungan taktis antara Luis Enrique dan Julian Nagelsmann, dengan kedua pelatih berupaya menyesuaikan formasi demi mengoptimalkan pemain yang tersedia.

Kesimpulannya, absennya Achraf Hakimi di leg kedua semifinal menambah beban mental dan taktis bagi PSG, sekaligus menimbulkan spekulasi mengenai kesiapan Maroko di Piala Dunia 2026. Kedua tim harus mengandalkan kedalaman skuad serta kebijaksanaan pelatih untuk mengatasi kekosongan yang ditinggalkan pemain bintang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *