PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Persela Lamongan kembali menjadi sorotan utama dalam persaingan Liga 2 musim 2025/2026 setelah mengalami kekalahan menawan di depan rumah melawan Barito Putera. Pertandingan yang digelar pada pekan ke-26 menampilkan penampilan gemilang dari bek muda Barito Putera yang masuk Best XI, sekaligus menyoroti performa Aditiya Daffa yang mencatat poin performa 8,8. Kekalahan ini menambah tekanan pada manajemen Persela untuk memperbaiki taktik dan mentalitas tim menjelang fase akhir klasemen.
Di laga tersebut, Persela menurunkan formasi 4-3-3 dengan harapan mengoptimalkan serangan sayap. Namun, pertahanan Barito Putera berhasil menahan serangan tersebut, sementara serangan balik cepat memanfaatkan celah di lini belakang Persela. Bek muda Barito Putera yang terpilih Best XI menunjukkan kecepatan dan ketepatan dalam duel satu lawan satu, memaksa Persela kehilangan bola di zona pertahanan. Aditiya Daffa, gelandang serba bisa, berhasil mengumpulkan poin performa tinggi berkat kontribusinya dalam mengatur tempo permainan, meskipun tidak berhasil mencetak gol.
Berikut rangkuman singkat hasil pertandingan Persela Lamongan dalam lima laga terakhir di Liga 2:
| Pertandingan | Skor | Lokasi | Poin |
|---|---|---|---|
| Persela vs Barito Putera | 1-2 | Lamongan | 0 |
| Persela vs PSIS Semarang | 0-0 | Semarang | 1 |
| Persela vs Deltras FC | 2-1 | Lamongan | 3 |
| Persela vs PSIM Yogyakarta | 1-3 | Yogyakarta | 0 |
| Persela vs Persiba Balikpapan | 0-0 | Balikpapan | 1 |
Statistik tersebut mengindikasikan bahwa Persela masih berjuang untuk menemukan konsistensi, terutama dalam hal pertahanan yang rentan terhadap serangan cepat. Selain itu, perolehan poin yang tidak maksimal menempatkan mereka di zona tengah klasemen, jauh dari zona promosi yang kini semakin kompetitif.
Di luar lapangan, manajemen Persela Lamongan telah mengumumkan rencana penambahan pemain muda berbakat pada bursa transfer mendatang. Fokus utama adalah memperkuat lini belakang dan menambah opsi kreatif di lini tengah. Penjajakan pemain lokal dari akademi daerah diperkirakan akan menjadi prioritas, mengingat regulasi Liga 2 menekankan pada pengembangan talenta dalam negeri.
Sementara itu, dinamika di grup lain Liga 2 juga memberikan gambaran tentang tingkat persaingan. Pada Grup B, Persipura Jayapura dan PSS Sleman bersaing ketat untuk slot promosi, dengan PSS Sleman mendapat dukungan moral dari Sultan Hamengku Buwono X yang menekankan pentingnya konsistensi dan kualitas pemain. Tekanan tersebut secara tidak langsung memicu pertanyaan mengenai kesiapan Persela dalam menghadapi tantangan serupa jika ingin naik kelas.
Untuk meningkatkan peluang, pelatih Persela menekankan pada perbaikan taktik pressing tinggi dan transisi cepat. Latihan intensif pada minggu ini difokuskan pada skema 4-2-3-1 yang dapat menyeimbangkan pertahanan dan serangan. Di samping itu, penguatan mental pemain menjadi prioritas, mengingat beban mental setelah serangkaian hasil imbang dan kekalahan.
Melihat jadwal sisa kompetisi, Persela memiliki tiga pertandingan penting sebelum akhir musim: melawan Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, dan terakhir melawan PSS Sleman. Kemenangan dalam ketiga laga tersebut akan menjadi kunci untuk mengamankan posisi aman di klasemen tengah dan menghindari zona degradasi yang kini dipenuhi ketegangan.
Dengan kombinasi strategi baru, tambahan pemain potensial, dan dukungan suporter setia, Persela Lamongan berpotensi bangkit kembali. Namun, tantangan tidak hanya datang dari lawan di lapangan, melainkan juga dari tekanan internal untuk tetap kompetitif di tengah persaingan ketat Liga 2.
